- inilah beberapa penghinaan terhadap Nabi Muhammad, saw.:
- Tahun 1989: di Barat telah dipublikasikan sebuah buku, the Satanic Verses, karya Salman Rusydi, yang menggambarkan al-Qur’an sebagai ayat-ayat Setan. Buku ini juga berisi serangan dan pelecehan terhadap isteri-isteri Nabi yang mulia. Ka’bah yang disucikan dan merupakan tempat pertama yang diletakkan untuk umat manusia itu, juga dilukiskan sebagai tempat mesum, na’udzubillah. Salman Rusydi pun hingga kini hidup dalam perlindungan pemerintah dan dinas keamanan Inggris.
- Tahun 1994: Orang Yahudi, Steven Spelberg juga telah memproduksi film dengan titel, True Lies. Film ini menggambarkan sebuah organisasi Islam, yang dipimpin oleh seorang Muslim, bernama Abdul Aziz. Organisasi tersebut bernama Jihad Crimson.
- Tahun 1997: Seorang wanita Yahudi berkembangsaan Israel mempublikasikan 20 gambar yang menghina agama dan Nabi Islam. Di antaranya gambar babi yang kepalanya memakai kafiyeh ala Palestina, dengan bertuliskan, Muhammad, dalam dua bahasa, Arab dan Inggris. Babi tersebut memegang pensil yang digunakan untuk menulis kitab, yaitu al-Qur’an.
- Tahun 2004: Warga Belanda, Theo Van Cogh, mengeluarkan film yang menghina kedudukan Rasul yang agung. Film yang telah membuat marah kaum Muslim Belanda.
Masukan ini dipos pada Maret 24, 2008 2:23 am dan disimpan pada Pemikiran Politik Islam . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini
Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.
April 11, 2008 pada 3:09 am
Sekarang ditambah dengan film fitna yang dibuat oleh Wilders, anggota Parlemen Belanda. Semakin ditekan, akan semakin simpatik orang terhadap islam, iya gak pak? (semoga)
Kalo kita membalas dengan keras dan tindakan2 anarkis, itu berarti justifikasi terhadap isi dari film itu…..
April 13, 2008 pada 8:27 am
nambahin dikit pak…bahkan setelah munculnya kartun nabi di jylandposten malah makin banyak gambar yang dibuat untuk meghina Rasulullah SWT. mereka berargumen bahwa awal mereka menggambar kartun nabi karena dipicu oleh sampul buku tentang isra mi’raj Rasul..
betul…saya setuju untuk tidak terlalu menanggapi dan melakukan aksi protes atas film tersebut.
Mei 17, 2008 pada 11:33 pm
betul, kita tidak boleh membalas dengan anarkis
namun juga kita tidak boleh membiarkan propaganda buruk tentang Islam dan Nabi Muhammad. sebagai seorang muslim, keimanan kita menuntut pembelaan terhadap Islam dan Nabi-Nya.
Juli 4, 2008 pada 7:41 am
Dalam komunikasi jurnalistik, metode fitnah dan penulisan yang bertujuan untuk ‘dark profile’ sudah ada semenjak jaman romawi kuno, artinya semakin tinggi peradaban sebuah bangsa/negara, maka akan semakin banyak pula kompleksitas pemikiran manusia modern yang bertujuan untuk sekadar mencari sensasi maupun yang mengadu domba. Wilders membuat ‘fitna’ untuk mencari sensasi dan popularitas demi karir politiknya. Semakin tinggi jabatan dan ilmu yang dimiliki, maka semakin banyak juga ‘tuntutan’ yang ingin diperoleh.
Semoga tulisan dari mas BM bisa menjadi renungan untuk generasi penerus.
Salam
November 28, 2008 pada 7:15 am
tidak ada cra lain selain hukuman mati bagi pelakunya,semoga allah memberikan azab dan laknat bagi si pelakunya,,,, AMINNN YAA RABBAL’ALAMIN……..!