<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Budi Mulyana's Weblog</title>
	<atom:link href="http://hbmulyana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hbmulyana.wordpress.com</link>
	<description>Sharing, Feedback and Comment</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 09:28:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hbmulyana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Budi Mulyana's Weblog</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hbmulyana.wordpress.com/osd.xml" title="Budi Mulyana&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hbmulyana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menghentikan Hegemoni Amerika Serikat</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/menghentikan-hegemoni-amerika-serikat/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/menghentikan-hegemoni-amerika-serikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 03:06:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[polugri]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hegemoni]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Kekesalan masyarakat dunia sepertinya semakin memuncak. Keberpihakan Amerika Serikat (AS) secara terang-terangan terhadap aksi brutal Israel di Gaza semakin membuka mata dunia, AS memang telah gelap mata untuk mendukung Israel dengan membabi buta. Obama, sang presiden baru yang awalnya memberikan harapan besar, ternyata menunjukkan belangnya. Ia adalah pendukung berat Israel. Hal ini memang tidak terlepas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=66&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekesalan masyarakat dunia sepertinya semakin memuncak. Keberpihakan Amerika Serikat (AS) secara terang-terangan terhadap aksi brutal Israel di Gaza semakin membuka mata dunia, AS memang telah gelap mata untuk mendukung Israel dengan membabi buta.  Obama, sang presiden baru yang awalnya memberikan harapan besar, ternyata menunjukkan belangnya. Ia adalah pendukung berat Israel. Hal ini memang tidak terlepas dari kenyataan, bahwa setiap presiden AS, siapa pun, selalu menjadi pembela Israel.  Inilah yang menunjukkan kejumawaan Amerika. Pasca keruntuhan Uni Sovyet, Amerika seperti tidak ada tanding. Peta politik dunia bergeser ke unipolaritas. Kedigdayaan Amerika jelas bukan untuk kemuliaan umat manusia, namun demi memenuhi keserakahan nafsu imperialismenya. Pertanyaannya, sampai kapan Amerika berjaya? Bisakah Amerika dihancurkan?  Pilar kekuatan Amerika berasal dari ideologi yang diembannya, yakni ideologi Kapitalisme. Perwujudan ideologi tampak dalam kepentingan nasional Amerika yang diimplementasikan dalam pilar politik, ekonomi dan militer—walaupun aspek sosial-budaya juga tidak bisa diabaikan.</p>
<p><strong>Politik Amerika</strong></p>
<p>Politik Amerika Serikat tentu berpijak pada kepentingan nasionalnya. Anthony Lake menggariskan tujuh aspek kepentingan nasional Amerika Serikat pasca Perang Dingin, yaitu: (1) mempertahankan Amerika Serikat, warga negaranya di dalam dan luar negeri, serta para sekutunya, dari berbagai bentuk serangan langsung; (2) mencegah timbulnya agresi yang dapat mengganggu perdamaian internasional; (3) mempertahankan kepentingan ekonomi Amerika Serikat; (4) menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi; (5) mencegah proliferasi senjata nuklir; (6) menjaga rasa percaya dunia internasional terhadap Amerika Serikat; (7) memerangi kemiskinanan, kelaparan dan pelanggaran terhadap HAM (Lake, 1995).</p>
<p><strong>Ekonomi Amerika </strong></p>
<p>Amerika Serikat sebagai sebuah negara kapitalis yang maju mendasarkan sistem kapitalisnya pada market economy (ekonomi pasar). Politik-ekonomi Amerika dibangun berdasarkan premis, bahwa tujuan utama aktivitas ekonomi adalah untuk menguntungkan konsumen serta memaksimalkan penciptaan kesejahteraan, sementara distribusi kesejahteraan merupakan tujuan berikutnya. Karena itu, ekonomi Amerika menggunakan pendekatan model neoklasik, yaitu ekonomi pasar (market economy) yang kompetitif. Dengan model ini, individu diharapkan dapat memaksimalkan kepentingan pribadi mereka dalam mencapai kesejahteraan, dengan memaksimalkan kepentingan pribadi mereka, dan korporasi bisnis diharapkan memaksimalkan pencapaian keuntungan (Gilpin, 1987: 150-151).  Ekonomi Amerika Serikat ialah salah satu yang terpenting di dunia. Banyak negara telah menjadikan dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur mata uangnya. Artinya, berharga-tidaknya mata uang mereka ditentukan oleh dolar. Sejumlah negara menggunakan dolar sebagai mata uangnya. Bursa saham Amerika Serikat dipandang sebagai indikator ekonomi dunia.  Dengan perekonomian yang kuat, Amerika Serikat mengalokasikan dana sebesar $399.1 miliar untuk anggaran militernya. (www.abacci.com/wikipedia/default/aspx).</p>
<p><strong>Militer Amerika </strong></p>
<p>Postur militer Amerika Serikat menggambarkan sebuah negara ideologis. Dalam U.S. Army’s 2007 Posture Statement digambarkan bahwa Amerika memiliki hampir 600,000 tentara aktif A. Lebih dari 40% (sekitar 243,000) tersebar di 76 negara dunia. Sekitar 102.000 tentara di antaranya ada di Irak, 8000 tentara di Kuwait, 18.000 tentara di Afganistan (U.S. Army TRADOC G2 Handbook No. 1 (Version 5.0) A Military Guide to Terrorism in the Twenty-First Century).  Dari segi peralatan perang, Amerika Serikat sampai tahun 2005 memiliki kurang lebih 510 rudal balistik dengan total sekitar 1100 hulu ledak aktif (warhead) dan 45 hulu ledak cadangan; dengan jarak jangkauan antara 9,600 km hingga 13,000 km. Amerika Serikat juga memiliki kurang lebih 328 rudal balistik yang dapat diluncurkan dari kapal selam atau kapal perang dengan total sekitar 3014 hulu ledak aktif (warhead) dan 170 hulu ledak cadangan dengan jarak jangkau 7,400 km hingga 12,000 km (dari posisi kapal selam/kapal perang) yang menggusung rudal tersebut.  Selain itu, menurut laporan tahun 2003, Amerika Serikat merupakan negeri penjual utama persenjataan (US$ 12,1 miliar) di tingkat internasional, disusul Inggris (US$ 6,1 miliar), Rusia (US$ 3,7 miliar), Jerman (US$ 3,2 miliar) dan Prancis (US$ 2,9 miliar). (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0505/28 /opini/1777489.htm).</p>
<p><strong>Hegemoni Amerika </strong></p>
<p>Amerika akan tegak sebagai sebuah negara kalau tiga pilar di atas (politik, ekonomi dan militer) masih kokoh. Selama dunia masih menginduk kepada Amerika dalam tiga pilar tersebut, negara Amerika masih tetap kokoh. Tidak ada jalan lain untuk menghentikan hegermoni AS, kecuali dengan menolak dan tidak menerapkan sistem ideologi Kapitalisme.  Hal penting pertama adalah bagaimana mengungkap keburukan dari Amerika Serikat. Sebenarnya sudah sangat kentara, bahwa Amerika Serikat saat ini telah menunjukkan kebobrokannya. Keberpihakan tanpa alasan rasional terhadap Israel, standar ganda dalam penilaian HAM dan demokratisasi, eksploitasi ekonomi atas negara-negara Dunia Ketiga, kebobrokan moral warganya dan masih banyak lagi cacat dari Amerika Serikat semestinya cukup menjadi alasan untuk mencampakkan apa yang selama ini dianggap prestasi oleh Amerika.  Sebagai contoh, akibat Perang Teluk tahun 1991 saja, di Irak korban langsung yang meninggal diperkirakan berjumlah antara 100-120 ribu jiwa, termasuk 3500-12000 korban sipil. Korban tak langsungnya, yang meninggal karena penyakit yang diakibatkan perang, diperkirakan mencapai 100 ribu. Belum lagi angka kematian bayi pasca perang (1991-1994) yang meningkat 600 persen dan angka kelahiran bayi di bawah normal yang meningkat 500 persen. Bahkan menurut catatan resmi statistik pemerintah Irak, sebanyak kira-kira 1,6 juta rakyat Irak telah meninggal dunia akibat embargo ekonomi pimpinan Amerika Serikat yang telah berlangsung 11 tahun (Eramuslim.com).</p>
<p><strong>Membangun Negara Baru: Khilafah Islam </strong></p>
<p>Amerika Serikat memang mungkin akan runtuh dengan sendirinya dengan kebobrokan ideologi Kapitalisme yang dianutnya. Uni Sovyet telah menjadi contoh bagaimana sebuah negara ideologis yang besar bisa luluh-lantak tak bersisa.  Namun keruntuhan Uni Sovyet juga tidak terlepas dari berkembangnya ideologi alternatif di sana. Ketika Michael Gorbachev mengusung Glasnot, Perestroika dan Democratizatie, ideologi negara mendapatkan tandingannya secara internal. Akhirnya, Komunisme tergerogoti dan ambruk setelah loyalitas rakyat dan militer beralih.  Model seperti ini pun mungkin dapat dilakukan untuk meruntuhkan Amerika Serikat. Amerika bisa runtuh secara internal seperti runtuhnya Uni Sovyet atau bisa dihancurkan oleh kekuatan eksternal, seperti hancurnya kekuasaan Romawi dan Persia pada masa lampau.  Untuk itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan umat Islam saat ini.</p>
<p>Pertama: Perlu ditanamkan kesadaran ideologis di kalangan umat Islam. Artinya, umat Islam perlu melakukan semacam “revisi” terhadap akidah yang dipeluknya. Sebab, selama ini mereka hanya memahami akidah Islam sebatas sebagai keyakinan spiritual semata, dan tidak sekaligus menjadikannya sebagai akidah politik. Akibatnya, mereka hanya responsif terhadap persoalan-persoalan ritual semata, dan bergeming terhadap persoalan-persoalan politik, ekonomi, sosial dan sejenisnya yang mendera umat. Pada gilirannya, mereka menjadi tidak sadar dengan berbagai manuver politik maupun ekonomi yang dilakukan negara-negara besar seperti Amerika Serikat yang justru setiap waktu mengancam eksistensi mereka.</p>
<p>Kedua: Melepaskan ketergantungan secara ekonomi, politik dan militer terhadap Amerika Serikat.</p>
<p>Ketiga: Menggalang rasa marah dan kebencian kaum Muslim terhadap Amerika Serikat dan aliansi negara-negara kafir. Amerika Serikat mesti dipandang sebagai musuh umat Islam karena telah menjajah negeri-negeri Islam. Amerika Serikat harus dituntut untuk bertanggung jawab atas berbagai penderitaan yang dialami oleh kaum Muslim di berbagai negeri Islam akibat imperialismenya yang sangat menjijikkan dan busuk.</p>
<p>Keempat: Memaksa umat Islam di berbagai negeri untuk menanggalkan ikatan-ikatan nasionalisme, patriotisme, primordialisme, sektarianisme dan kedaerahan; menempatkan kembali ikatan ukhuwah islamiyah pada tempatnya; menyadarkan kaum Muslim akan potensi/kekuatan mereka sebagai kekuatan yang bisa mengikat mereka; menyadarkan mereka bahwa salah satu sebab utama kelemahan mereka adalah karena mereka tidak terikat dengan Islam.</p>
<p>Kelima: Menjelaskan hakikat persoalan-persoalan hangat kaum Muslim seperti kasus Palestina, Kosovo, Irak, Sudan, Aljazair, Afganistan, Tajikistan, Chechnya, Azerbaijan, Filipina, Indonesia, Malaysia, negeri-negeri Arab lain, dll. Semua itu dijelaskan fakta-faktanya dan solusi penyelesaiannya sesuai dengan hukum-hukum syariah.</p>
<p>Keenam: Pengembangan opini umum tentang urgennya keberadaan Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang akan melindungi dan mengayomi seluruh kaum Muslim. Dengan itu, umat Islam akan merasa berkepentingan untuk bersama-sama mewujudkannya dalam realitas kehidupan mereka. Sebab, hanya intitusi Khilafah Islamiyahlah—sebagaimana telah dibuktikan berabad-abad—yang mampu melindungi dan mengayomi umat Islam dari serangan dan intimidasi negara-negara kafir.</p>
<p><strong>Potensi Umat Islam</strong></p>
<p>Untuk dapat mengalahkan Amerika Serikat, negara yang telah berdiri haruslah menjadi negara yang dapat menandingi Amerika Serikat. Karena Amerika Serikat adalah negara ideologis, maka Amerika hanya bisa dikalahkan oleh negara ideologis. Tentu bukan negara yang berbasiskan ideologi Sosialisme. Sebab, walau pernah ‘menandingi’ Amerika Serikat, pengemban utama Sosialisme, yakni Uni Sovyet, akhirnya runtuh juga.  Karena itu, yang bisa diharapkan muncul sebagai kekuatan untuk mengalahkan Amerika Serikat adalah Dunia Islam. Pasalnya, hanya Dunia Islamlah saat ini yang memiliki seluruh potensi untuk menghentikan hegemoni Amerika Serika.</p>
<p>Pertama: Potensi ideologis. Islam sebagai ideologi kaum Muslim menjadi potensi kuat untuk menandingi ideologi Kapitalisme yang diemban Amerika Serikat. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Samuel Huntington dalam bukunya, The Clash of Civilitation and the Remaking of World Order. Dalam bukunya itu, Huntington menulis, “Problem mendasar bagi Barat bukanlah Fundamentalisme Islam, tetapi Islam sebagai sebuah peradaban yang penduduknya meyakini ketinggian kebudayaan mereka dan dihantui oleh rendahnya kekuataan mereka.”</p>
<p>Kedua: Potensi geografis. Kaum Muslim secara geografis menempati posisi yang strategis jalur laut dunia. Mereka mengendalikan Selat Gibraltar di Mediterania Barat, Terusan Suez di Mediterania Timur, Selat Bab al-Mandab yang memiliki teluk-teluk kecil di Laut Merah, Selat Dardanella dan Bosphorus yang menghubungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, serta Selat Hormuz di Teluk. Selat Malaka merupakan lokasi strategis di Timur Jauh. Dengan menempati posisi yang strategis ini, kebutuhan masyarakat internasional akan wilayah kaum Muslim pastilah tinggi mengingat mereka harus melewati jalur laut strategis tersebut.</p>
<p>Ketiga: Potensi SDA. Negeri-negeri Islam dianugerahi Allah Swt. Dengan kekayaan sumberdaya alam yang luar biasa jumlahnya. Negeri-negeri Islam dikenal sebagai wilayah yang subur. Sumberdaya alam kedua yang penting adalah bahan mentah. Dunia Islam mengendalikan cadangan minyak dunia (60%), boron (40%), fosfat (50%), perlite (60%), strontium (27%), dan timah (22%). Di antara bahan mentah tersebut, minyak memiliki posisi yang sangat strategis. Kekuatan minyak ini pernah ditunjukkan oleh negeri-negeri Arab dalam embargo minyak tahun 1973-1974 terhadap negara-negara Barat. Embargo tersebut mampu menimbulkan keguncangan ekonomi Amerika Serikat dan negara-negara Eropa saat itu.</p>
<p>Keempat: Potensi jumlah penduduk. Kalaulah umat Islam bersatu di seluruh dunia di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah, jumlah penduduknya tentu sangat luar biasa. Saat Dunia Islam masih “tidur” saja jumlah penduduknya lebih kurang 1 miliar atau 20% dari populasi dunia.</p>
<p>Kelima: Potensi militer. Harus diakui bahwa saat ini industri militer Dunia Islam dalam keadaan mundur bahkan mengalami ketergantungan terhadap musuh-musuhnya. Akan tetapi, secara kuantitas jumlah pasukan militer di Dunia Islam sangat besar. Seandainya, dari satu miliar penduduk Dunia Islam direkrut 1 %-nya saja akan didapat 10 juta tentara. Karena itu, dapat dibayangkan jika mobilisasi pasukan militer ini dilakukan oleh sebuah negara, apalagi negara yang bersifat internasional seperti Daulah Khilafah Islamiyah.  Itulah beberapa potensi besar yang dimiliki oleh umat Islam saat ini. Dengan potensi ideologis dan faktor-faktor penunjang tersebut, umat Islam berpeluang kembali untuk menjadi sebuah kekuatan yang sangat besar dan dahsyat, yang akan mampu mengimbangi, bahkan menghancurkan hegemoni Amerika Serikat saat ini. Hal itu hanya mungkin terjadi jika kaum Muslim berada dalam satu institusi yang menjadi naungannya, yakni Daulah Khilafah Islamiyah.</p>
<p><strong>Khilafahlah yang Akan Menghentikan Hegemoni Amerika </strong></p>
<p>Sebagai negara ideologis, Khilafah Islam akan menjadi negara yang propagandis dan progresif menawarkan ideologinya ke seluruh dunia. Islam sebagai rahmatan lil ’alamin akan menjadikan Negara Islam menjadi negara dakwah. Jihad akan menjadi pilihan jika tawaran simpatik Khilafah Islam ditolak dengan gelap mata. Tentu jihad akan dilancarkan dengan akan berpijak pada ketentuan syariah Islam yang mulia, sebagaimana dulu dicontohkan oleh para Sahabat dan para Tokoh Islam, seperti Salahuddin al-Ayubi dan Muhammad al-Fatih.  Dengan penerapan Islam oleh Khilafah, keadilan di tengah-tengah manusia akan terasa nyata, bukan utopia lagi seperti saat ini. Jika Khilafah telah mengumumkan jihad fi sabilillah dan menyebarluaskan risalah Islam ke seluruh dunia maka ide-ide dan hukum-hukum Islam akan dapat tersebar luas di segala penjuru dunia. Ide-ide Islam pun akan memenuhi benak para pemikir dan intelektual. Kemudian, jika Khilafah telah menjalankan kewajiban jihadnya itu, seluruh media massa dunia akan meliput dan menyiarkannya secara luas dan menyedot perhatian umat manusia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=66&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/menghentikan-hegemoni-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Problem Dunia Islam dan Solusinya</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/problem-dunia-islam-dan-solusinya/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/problem-dunia-islam-dan-solusinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 02:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[irak]]></category>
		<category><![CDATA[Kashmir]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Sudan Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Palestina Sesungguhnya masalah Palestina bermula sejak pemisahannya dari Dunia Islam. Sejak itu, masalah Palestina berubah dari masalah Dunia Islam menjadi masalah dunia Arab; lalu berubah lagi menjadi masalah bagi penduduknya saja; dan kemudian berubah lagi menjadi sekadar masalah Gaza dan Tepi Barat. Seluruh kaum Muslim mengetahui bahwa permasalahan ini berkaitan erat dengan akidah islamiyah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=64&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palestina</strong></p>
<p>Sesungguhnya  masalah  Palestina bermula sejak pemisahannya dari Dunia Islam. Sejak  itu,  masalah Palestina berubah dari masalah Dunia Islam menjadi masalah  dunia  Arab; lalu berubah lagi menjadi masalah bagi penduduknya saja;  dan  kemudian berubah lagi menjadi sekadar masalah Gaza dan Tepi Barat.<span id="more-64"></span></p>
<p>Seluruh  kaum Muslim  mengetahui bahwa permasalahan ini berkaitan erat dengan  akidah islamiyah  dan tidak boleh dilepaskan darinya. Untuk  menyelesaikan masalah  Palestina penting untuk menolak semua rencana  kaum penjajah yang  berkonspirasi melawan Palestina baik itu pendirian  negara Palestina  sekular gabungan Yahudi, Nasrani dan kaum Muslim yang  direncanakan oleh  Inggris, maupun pendirian dua negara di Palestina,  Yahudi dan Palestina.  Kedua rencana itu merupakan pengkhianatan kepada  Allah, Rasul-Nya dan  kaum Mukmin. Perdamaian dengan Yahudi—yang artinya  memberikan konsesi  kepada Yahudi atas tanah islami—juga merupakan  kejahatan dalam Islam.  Penting juga untuk melakukan mobilisasi tentara  kaum Muslim untuk  memerangi negara Yahudi yang mencaplok Palestina,  menghancurkannya dan  mengembalikan Palestina secara keseluruhan ke  pangkuan negeri Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Irak </strong></p>
<p>Irak  tetap menjadi bagian  dari Daulah Utsmaniyah hingga Perang Dunia I. Pada  saat itu, militer  Inggris berhasil menduduki Baghdad tahun 1917 M dan  meletakkannya di (<em>trusted state</em>)  Inggris tahun 1920 M. Sejak  saat itu, Inggris berupaya mengokohkan  pengaruhnya secara militer,  politik, ekonomi dan kultural melalui  pemerintahan kerajaan yang  didirikan di Irak. Meskipun perlawanan  penduduk Irak terhadap  imperialis Inggris terus berlangsung, pengaruh Inggris tetap mendominasi  dalam jangka waktu panjang, dilindungi dengan tiga pangkalan militer.</p>
<p>Pasca  Perang Dunia II,  Amerika mulai berupaya untuk mencabut pengaruh  Inggris agar bisa  mengendalikan Irak dan minyaknya. Seiring dengan  makin besarnya pengaruh  minyak terhadap industri dan perekonomian  internasional, Amerika mulai  menggerakkan serangkaian kudeta di Irak  dan menghancurkan pengaruh  Inggris. Pertarungan Inggris-Amerika pun  makin bertambah sengit selama  dua dekade 50-an dan 60-an. Amerika  berhasil menjungkalkan pemerintahan  kerajaan dan mendirikan republik  Irak melalui kudeta militer di bawah  pimpinan Abdul Karim Qasim dan  Abdussalam Arif tahun 1958 M.</p>
<p>Tujuan Amerika menginvasi Irak adalah:</p>
<p>1.<em> Kontrol atas minyak</em>.   Irak menyimpan cadangan minyak amat besar; mencapai 115 miliar barel   (sekitar 11 % cadangan minyak dunia; empat kali lipat cadangan yang   dimiliki Amerika). Belum lagi cadangan yang belum terungkap yang bisa   mencapai 350 miliar barel dengan kualitas tinggi, mudah dieksploitasi   dan berbiaya amat murah.</p>
<p><em>2. Menghancurkan kekuatan Irak</em>.   Amerika khawatir akan digunakan demi kepentingan Islam dan kaum Muslim,   apalagi terdapat aktivitas serius di sana untuk mengubah rezim yang  ada  dan menegakkan Khilafah di sana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Invasi Amerika ke  Irak  harus dilawan dengan menyerukan mobilisasi tentara melawan para   penyerang itu dan memperlakukan mereka sebagai negara <em>muharib[an] fi’l[an]</em> seperti negara Yahudi. Rencana-rencana Amerika dan sekutunya di Irak   berupa kesepakatan keamanan yang ditandatangani oleh pemerintah Irak   dengan Amerika tahun 2008 M juga harus dilawan. Pembagian Irak menjadi   beberapa golongan, etnis dan mazhab-mazhab yang ada juga mesti dicegah.   Untuk itu, mutlak harus ada Daulah Khilafah Islamiyah dan menjadikan   Irak bagian darinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sudan Selatan </strong></p>
<p>Selatan  Sudan adalah tanah  yang penuh dengan kekayaan, di antaranya minyak  yang jadi rebutan  perusahaan-perusahaan minyak besar. Tanahnya sangat  subur. Luas wilayah  selatan Sudan mendekati 700.000 kilometer persegi.  Jumlah penduduknya  tidak lebih dari delapan juta jiwa; 18%-nya adalah  Muslim, 17%-nya  Nasrani dan mayoritas sisanya penganut paganisme.</p>
<p>Tahun  1922 Inggris mulai  menyiapkan pemisahan selatan Sudan dari utara.  Inggris mengeluarkan  undang-undang yang membuat daerah selatan sebagai  kawasan tertutup.  Inggris juga membentuk tentara lokal dari anak-anak  selatan dengan  pimpinan perwira Inggris. Inggris juga berupaya memecah  Sudan menjadi  dua institusi terpisah, Arab Muslim di utara dan  Nasrani-Paganis di  selatan. Hal itu bertahan hingga kepergian militer  Inggris pada tahun  1956.</p>
<p>Sudan menyaksikan  pertarungan  internasional yang sengit, antara Inggris dan Amerika.  Pengaruh Amerika  di Sudan menguat tahun 1969 dengan kudeta Ja’far  an-Numairi. Sejak  saat itu, Amerika menancapkan cengkeramannya terhadap  militer dan  berupaya melemahkan kekuatan politik tradisional yang loyal  kepada  Inggris. Amerika mendukung gerakan separatis di selatan di bawah   pimpinan Jhon Garang. Amerika juga mendukung kudeta Omar al-Bashir tahun   1989 M. Berbagai perjanjian ditangatangani untuk mengokohkan   separatisme di Sudan seperti Protokol Machakos tahun 2002 dan   Kesepakatan Nivasha 2005.</p>
<p>Pemisahkan selatan  Sudan—yang tidak  lain merupakan konspirasi salibis yang jelas ditetaskan  oleh Amerika  melawan kaum Muslim di Sudan dengan dibantu oleh rezim  pemerintah di  Sudan dan kelas politik yang mendukung kesepakatan  Nivasha—secara <em>syar’i</em> adalah batil. Selatan Sudan harus dijaga  agar tetap menjadi bagian tak  terpisahkan dari bumi Islam. Institusi  yang akan kuat menjaganya kelak  adalah Khilafah Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kashmir</strong></p>
<p>Islam  masuk ke Kashmir di  bawah pimpinan Muhammad ibn al-Qasim semasa  Khilafah Abbasiah, dan  berkuasa di sana hingga pertengahan abad ke-19.  Inggris menginvasi anak  benua India tahun 1819 dan mendapatkan  perlawanan yang luar biasa dari  kaum Muslim. Tahun 1846, Inggris  menguasai India secara militer dengan  bantuan pemeluk Hindu, Sikh, dan  Budha. Inggris lalu menyewakan Kashmir  ke kekuasaan feodal Hindu selama  100 tahun di bawah Perjanjian Amritsar.  Setelah anak benua dipecah  tahun 1947, para penguasa feodal Hindu  menyerahkan Kashmir ke India  yang memicu serangkaian peperangan.  Akibatnya, dua pertiga Kashmir  jatuh ke India, dan sepertiganya dikuasai  Pakistan. Sejak dijajah  Hindu, umat Muslim dibantai, dipenjara,  diperkosa dan rumah ibadahnya  dihancurkan. Penguasa Pakistan tidak  banyak bicara dan membiarkan  begitu saja nasib Muslim di Kashmir. India  juga belajar dari pengalaman  Zionis. Israel yang dibentuk Inggris.  Benjamin Chan berkata, “India  dan Israel menghadapi musuh yang sama,  yaitu fundamentalisme Islam.  Kita belajar bagaimana menyikapi Arab dan  Muslim dan kita memberi India  keahlian kita di lapangan.”</p>
<p>Tahun 1999, para mujahidin  hampir  menguasai Lembah Kargil dengan bantuan pasukan Pakistan. Namun,  pasukan  Pakistan mengkhianati para mujahidin, karena tekanan Amerika  terhadap  pemerintah Pakistan. Pemerintah Pakistan pun memilih jalan  negosiasi  yang tidak berguna sama sekali.</p>
<p>Amerika sendiri memiliki  sejarah  panjang dalam kegagalannya menembus India yang dikontrol oleh  Inggris  dan Partai Konggres yang pro-Inggris. Jatuhnya Uni Soviet  memberikan  kesempatan bagi Amerika dan Pakistan untuk memberikan peran  regional  bagi India. Dengan demikian, pengaruh Cina di wilayah itu pun   terhambat. Rencana Amerika untuk menyelesaikan Kashmir akan   menghilangkan pengaruh Cina untuk mengontrol dua negara nuklir, Pakistan   dan India.</p>
<p>Untuk menyelesaikan masalah  Kashmir, penting  menetapkan hukum jihad untuk membebaskan Kashmir dari  pendudukan India  dan mengembalikan keamanannya di tangan Muslim, tanpa  lagi  memperhatikan resolusi PBB, intervensi internasional, ataupun  negosiasi  yang tidak berguna. Pakistan sendiri mampu untuk bertempur  menghadapi  India dengan nuklirnya dan angkatan bersenjatanya yang  menduduki  peringkat ke tujuh di dunia, dan populasi pemudanya yang ingin  berjuang  demi Islam. Hal ini akan memudahkan untuk merekrut jutaan  sukarelawan  untuk berperang di jalan Allah membela wanita dan anak-anak.  Kita bisa  menambahkan kekuatan Muslim Bangladesh, Kashmir, dan juga  dari India,  yang akan membuat India kacau-balau.</p>
<p>Solusi ini tidak akan   mungkin dicapai kecuali dengan mencabut rezim Pakistan. Rezim Pakistan   telah membuktikan dirinya sebagai antek Amerika, melupakan isu Kashmir,   meninggalkan warganya, menganggap mujahidin sebagai teroris, mengejar   dan mengadilinya sebagaimana diinginkan oleh Amerika. Maka dari itu,   penting untuk mengganti rezim ini dengan Khilafah yang berdedikasi untuk   Allah dan umat Islam untuk melawan India.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Indonesia </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>1.  Problem Separatisme. </em></strong></p>
<p>Sebagai  negeri Muslim  terbesar, maka problem yang menonjol di Indonesia adalah  adanya gerakan  separatisme yang akan melemahkan kekuatan Indonesia.  Ada dua kasus  separatisme utama di Indonesia (tentu setelah lepasnya  Timor Timur atas  dukungan Barat dan kaum salibis), yaitu Aceh dan  Papua.</p>
<p>Gerakan separatisme di Aceh  terjadi karena Aceh yang  tergabung dengan Indonesia menolak penerapan  hukum sekular pada tahun  1945. Rezim Sukarno menindas Aceh sejak tahun  1953. Hal ini memberikan  kontribusi atas berkembangnya Gerakan Aceh  Merdeka pada tahun 1976 yang  menuntut pemisahan dari Indonesia.  Kerusuhan dan perlawanan yang  terjadi mengakibatkan Aceh diberikan  otonomi yang luas pada tahun 2000.</p>
<p>Masalah  Aceh memang belum  mencapai perhatian internasional atau dukungan untuk  pemisahan wilayah  itu. Sebaliknya, Amerika Serikat menganggap hal itu  “sebuah masalah  dalam negeri” Indonesia. Hal ini disebabkan karena  salah satu alasan  utama, yaitu bahwa masyarakat Aceh adalah kaum Muslim  yang taat dan  bahwa kaum separatis meminta pelaksanaan syariah.</p>
<p>Masalah  lainnya adalah  Papua. Papua terletak di pantai Selatan timur  Indonesia. Tambang emas  dan tembaga terbesar di dunia berlokasi di  sini, yang 80% dimiliki oleh  perusahaan Amerika (Freeport McCarron).  Freeport melakukan ekstraksi  emas sejak tahun 1967. Meskipun Indonesia  memberikan otonomi luas pada  provinsi ini pada tahun 2002, gerakan  separatis Kristen itu menolak dan  menuntut diadakannya referendum untuk  pemisahan secara total di bawah  pengawasan PBB yang mirip dengan yang  terjadi di Timor Timur.</p>
<p>Banyak indikator yang  menunjukkan adanya  dukungan Australia dalam membantu para pemberontak di  Papua baik secara  langsung atau melalui New Guinea, yang juga  menyediakan tempat yang  aman kepada para pemberontak separatis, di  samping dukungan finansial  dan militer.</p>
<p>Amerika mulai mengungkapkan  keprihatinan besarnya  atas konflik di provinsi Papua ketika tahun 2005  Kongres AS memutuskan  untuk menerapkan klausul berdasarkan mana Papua  telah menjadi bagian  dari Indonesia. Pada bulan Juni 2007, Utusan Khusus  HAM Sekjen PBB,  Hina Jilani, mengunjungi Propinsi Aceh dan Papua dan  membahas  ‘pelanggaran HAM di dua provinsi. Pada bulan Juli 2007 Ketua  Subkomite  Parlemen (Kongres AS) di Asia, Pasifik dan Global, Eni  Faleomavaega,  mengatakan, “Jika pemerintah Indonesia tidak mampu  menangani dengan  baik isu Papua, kami akan memberikan kemerdekaannya.”  Hal ini  menunjukkan niat Amerika dan Australia untuk campur tangan dalam   konflik Indonesia di provinsi ini, sama seperti yang dilakukan   sebelumnya di propinsi Aceh dan Timor Timur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>2.  Solusi atas Separatisme. </em></strong></p>
<p>Separatisme  di Indonesia,  baik terkait Timor Timur, Aceh maupun Papua adalah  karena intrik dan  konspirasi internasional dengan partisipasi banyak  kekuatan kafir. Ini  harus dilawan dengan menekankan kesatuan wilayah  negeri Islam yang tidak  boleh terpisahkan satu sama lain. Timor Timur  harus dikembalikan ke ke  Indonesia. Kita juga tidak boleh memberikan  jalan kepada provinsi lain  seperti Aceh dan Papua untuk melakukan hal  yang sama.</p>
<p>Islam melarang pembagian  serta pemisahan Islam dan  tanah mereka. Dengan demikian, gerakan  separatis benar-benar dilarang  alias haram.</p>
<p>Solusi sebenarnya adalah  bekerja dengan seluruh kaum  Muslim dalam rangka mengubah sistem sekular  dengan mendirikan Khilafah  al-Rasyidah. Khilafah akan menerapkan hukum  syariah tentang  perlindungan atas kesatuan kaum Muslim dan bekerja  dengan tekun untuk  menerapkan Islam di seluruh Indonesia.</p>
<p><em>Wallahu alam.</em> <strong>[]</strong></p>
<p><em> [Budi Mulyana, disarikan dari makalah konferensi Internasional Media di Beirut, 18/07/10]</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=64&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/problem-dunia-islam-dan-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daulah Islam: Negara Paripurna</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/daulah-islam-negara-paripurna/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/daulah-islam-negara-paripurna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 02:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Daulah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Negara Paripurna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar: Belakangan ini ada upaya mengkriminalisasi Negara Islam atau Daulah Islam, yang digambarkan sebagai jahat dan berbahaya. Karenanya, Daulah Islam harus ditolak. Sebelumnya, dikembangkan opini bahwa Islam tidak mewajibkan kaum Muslim untuk menegakkan Daulah Islam. Pertanyaannya: Benarkah Daulah Islam itu berbahaya dan bisa menjadi ancaman? Betulkah Islam tidak mewajibkan Daulah Islam? Lalu bagaimana hukum-hukum Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=62&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar:</strong></p>
<p>Belakangan  ini ada upaya mengkriminalisasi Negara Islam atau Daulah Islam, yang  digambarkan sebagai jahat dan berbahaya. Karenanya, Daulah Islam harus  ditolak.</p>
<p>Sebelumnya, dikembangkan opini bahwa  Islam tidak  mewajibkan kaum Muslim untuk menegakkan Daulah Islam.  Pertanyaannya:  Benarkah Daulah Islam itu berbahaya dan bisa menjadi  ancaman? Betulkah  Islam tidak mewajibkan Daulah Islam? Lalu bagaimana  hukum-hukum Islam  ditegakkan tanpa ada isntitusi negara yang  menerapkannya? Itulah  beberapa masalah yang dibincangkan dalam rubrik  Hiwar kali ini bersama  H. Budi Mulyana, SIP., M.Si dari DPP Hizbut Tahrir  Indonesia.<span id="more-62"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Belakangan ada upaya mengkriminalisasi Daulah Islam. Bagaimana menurut Ustadz? </em></p>
<p>Kriminalisasi itu, yang dikaitkan dengan aksi terorisme, muncul karena adanya ketakutan terhadap tegaknya Daulah Islam.</p>
<p>Hal ini dipicu oleh beberapa faktor. <em>Pertama</em>, bisa jadi karena ketakpahaman mengenai Daulah Islam dan bagaimana cara menegakkannya. <em>Kedua</em>,   memang karena adanya kebencian terhadap gagasan dan keberadaan Daulah   Islam. Perang melawan terorisme saat ini tampak makin mengarah pada   upaya kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang memperjuangkan penerapan   syariah Islam secara <em>kaffah</em> dalam bentuk Daulah Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Mengapa Barat menganggap Daulah Islam sebagai ancaman dan apa yang diancam?</em></p>
<p>Itu  tidak terlepas dari sejarah masa  lalu. Dulu Daulah Islam pernah  menjadi adidaya dunia sekaligus menjadi  ‘hantu’ bagi bangsa Barat. <em>Futuhat</em> (penaklukan) yang dilakukan  Daulah dan kejayaannya yang tak  tertandingi telah menjadikan Daulah  Islam sebagai musuh abadi mereka.</p>
<p>Kini,  walau Daulah Islam sudah lenyap, mereka khawatir Daulah Islam muncul  kembali. Itulah mengapa, mereka selalu menganggap Daulah Islam sebagai   ancaman. Karena itu, mereka terus-menerus berupaya mengkriminalisasi   Daulah Islam untuk menghambat kemunculannya kembali. Kriminalisasi ini   kemudian dijadikan oleh Barat untuk melakukan intervensi terhadap negara   lain, khususnya negeri Muslim.</p>
<p>Di sisi lain mereka juga  melakukan  adu domba terhadap kelompok kaum uslim. Yang moderat mereka  rangkul.  Yang fundamentalis, yang menginginkan tegaknya Daulah Islam,  mereka  stigma dengan sebutan <em>teroris</em>.</p>
<p>Walhasil, Daulah  Islam sebagai  ancaman hanyalah persepsi mereka. Mereka menggunakan itu  sebagai alat  untuk mengokohkan penjajahan mereka atas negeri-negeri  kaum Muslim dan  menghalangi Daulah Islam untuk tegak kembali, yang bisa  melawan  penjajahan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Bagaimana cara Barat menghalangi kemunculan kembali Daulah Islam?</em></p>
<p><em>Pertama</em>:   dengan terus mengopinikan bahwa penegakkan Daulah Islam adalah ide  yang  absurd, membahayakan perdamaian dunia dan bertentangan dengan   prinsip-prinsip kesetaraan dan kemanusiaan. Daulah Islam mereka jadikan   sebagai ‘musuh’ bersama dan itu yang terus-menerus dipropagandakan  tidak  hanya kepada rakyat mereka, bahkan juga kepada anak-anak negeri  Muslim.</p>
<p><em>Kedua</em>: Barat melaksanakan sistem yang mereka buat untuk menghalangi tegaknya Daulah Islam. <em>War on Terrorism</em> mereka serukan sebagai serangan masif terhadap ide Islam Global. Tidak   hanya sekedar wacana, mereka bahkan melakukan aksi langsung di   negara-negara yang disinyalir punya potensi yang kuat untuk dapat tegak   Daulah Islam, seperti terhadap Afganistan dan Irak.</p>
<p><em>Ketiga</em>:   dengan menjadikan penguasa negeri-negeri Muslim sebagai penguasa yang   melayani kepentingan mereka; menjadikan para ulama sebagai corong untuk   membelokkan makna hakiki tentang Islam dan Daulah Islam. Dengan   demikian, sempurnalah gambaran negatif mengenai Daulah Islam.</p>
<p>Bila  umat tidak kritis, apalagi  dalam kondisi yang lemah iman, mereka akan  mencari jalan selamat. Mereka  akan menyelaraskan pikiran dan tindakan  mereka dengan Barat dan tak  berani menyuarakan cita-cita mulianya untuk  menegakkan Daulah Islam  secara tegas. Inilah yang sekarang sedang  terjadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Bagaimana sebetulnya potret Daulah Islam itu?</em></p>
<p>Daulah  Islam sebagaimana yang  dibangun pada masa Rasulullah saw. dan  dilanjutkan oleh para Sahabat dan  khalifah setelahnya adalah daulah  yang agung. Di dalamnya seluruh  syariah Islam diterapkan. Di dalamnya  Islam tidak hanya diamalnya secara  individual, tetapi dalam seluruh  aspek kehidupan: politik, ekonomi,  sosial-budaya, pengembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi, dll. Di  dalamnya, masyarakat ditata tanpa  diskriminasi antara Muslim dan  non-Muslim. Pola hubungan  internasionalnya menjamin keadilan dan rahmat.  Itulah gambaran Daulah  Islam yang pantas dirindukan dan dicita-citakan  tidak hanya oleh Muslim  dengan keimanannya yang kokoh, namun juga bagi  siapapun yang punya  idealisme kehidupan dunia seperti tadi. Banyak  pengakuan mengenai  sejarah keagungan Daulah Islam ini, termasuk dari  kalangan Barat  sendiri yang jujur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Secara faktual, seberapa penting keberadaan Daulah Islam saat ini?</em></p>
<p>Daulah  Islam adalah sistem  kenegaraan yang paripurna karena memadukan aspek  spiritual dan politis;  tidak memisahkannya seperti negara-negara  sekular atau menafikannya  seperti negara-negara komunis.</p>
<p>Bila  manusia menginginkan negara  yang sempurna dan paripurna, itulah Daulah  Islam. Kita harus ingat,  Daulah Islam adalah peradaban yang memimpin  dunia selama lebih dari 1400  tahun; memimpin dengan penuh rahmat dan  menciptakan stabilitas dunia  yang tiada bandingannya.</p>
<p>Sebaliknya,  keadaan dunia kini  sangat luar biasa terpuruk. Ini karena dunia saat  ini dipimpin oleh  Amerika Serikat dan negara-negara Eropa pengemban  ideologi yang buruk,  yakni Kapitalisme-sekular. Kapitalisme-sekular  inilah yang justru bukan  hanya menjadi ancaman, tetapi bahkan telah  terbukti menimbulkan berbagai  kekacauan global.</p>
<p>Jadi, bila umat  manusia ingin  menjalankan kehidupan sesuai dengan fitrahnya, maka tidak  ada pilihan  selain menjalankan seluruh aturan <em>Rabb</em>-nya, yakni syariah Islam, dalam bingkai Daulah Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Mengapa keberadaan Daulah Islam itu penting?</em></p>
<p><em>Pertama</em>: bagi seorang Muslim Daulah Islam itu penting untuk memenuhi kewajiban perintah Allah SWT. <em>Kedua</em>: untuk mewujudkan eksistensi tertinggi umat Islam.</p>
<p>Adapun  bagi non-Muslim, Daulah Islam  itu penting untuk menggantikan tatanan  dunia yang saat ini dipimpin  oleh Kapitalisme yang semakin kentara  kebobrokannya. Lagi pula, tak ada  alternatif lain setelah tumbangnya  Komunisme selain ideologi Islam yang  diterapkan oleh Daulah Islam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Bagaimana dengan opini bahwa menegakkan Daulah Islam itu tak perlu?</em></p>
<p>Itu  menunjukan kedangkalan  pemahamannya akan agama Islam atau setidaknya  mungkin sudah terbutakan  oleh propaganda Barat yang berusaha  mengaburkan pemahaman Islam yang  sahih.</p>
<p>Rasulullah saw. sendiri  mengemban  dakwah di Makkah hingga akhirnya hijrah ke Madinah untuk  mewujudkan  Daulah Islam. Itu menunjukkan bahwa Daulah Islam adalah  suatu  keniscayaan dalam pandangan agama Islam.</p>
<p>Tinggal bagaimana cara menegakkannya. Itulah yang penting kita pelajari dari sirah Rasulullah saw.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Lalu secara syar’i bagaimana tatacara menegakkan Daulah Islam itu?</em></p>
<p>Menegakkan Daulah Islam artinya bagaimana kita mengajak masyarakat untuk menerapkan aturan-aturan Allah SWT secara <em>kaffah</em>.   Hal ini akan terwujud apabila masyarakat sadar tentang pentingnya   aturan-aturan Allah tersebut. Mereka sadar akan jatidiri mereka sebagai   manusia yang lemah yang diciptakan Allah SWT untuk menghamba hanya   kepada-Nya dan mewujudkan rahmatan lil alamin.</p>
<p>Bentuk kesadaran ini hanya akan terwujud apabila ada proses pembentukan kesadaran berupa dakwah <em>fikriyah</em> seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw., yakni menanamkan pemikiran   Islam ke dalam diri umat, bukan dengan kekerasan atau angkat senjata,   karena kekerasan tidak akan membuahkan kesadaran; juga bukan dengan   jalan kompromistis seperti demokrasi, karena yang terbentuk hanya   kesepakatan yang bisa jadi hanya memperturutkan hawa nafsu atau   kepentingan sesaat.</p>
<p>Rasulullah saw. mencontohkan kepada kita bagaimana <em>thariqah</em> untuk mewujudkan Daulah Islam di Madinah. Langkah yang Rasulullah saw lakukan adalah jalan dakwah. Sejak awal masa <em>nubuwah</em>,   Rasulullah saw. menghimpun para Sahabat dalam kutlah dakwah beliau.   Mereka inilah yang bersama Rasulullah melakukan proses sosialisasi   mengenai Islam dan penerapan Islam. Untuk hal yang mereka dapat   jalankan, mereka praktikan.</p>
<p>Penciptaan opini dan kesadaran umum   tentang Islam di tengah-tengah masyarakat terus diupayakan. Selain itu,   Rasul saw. melakukan proses <em>thalabun nushrah</em> (menggalang   dukungan dari para pemilik kekuatan) kepada kabilah-kabilah Arab untuk   mendapatkan perlindungan atas dakwah bahkan untuk mendapatkan kekuasaan   Islam. Akhirnya, <em>nushrah</em> itu datang dari kaum Aus dan Khazraj dari Yasrib (Madinah).</p>
<p>Setelah  mereka melakukan Baiat  Aqabah II, terjadilah penyerahan kekuasaan ke  tangan Rasulullah saw.  Terjadilah Hijrah. Setiba Rasulullah saw. di  Madinah, dimulailah tonggak  Daulah Islam. Islam tidak lagi dijalankan  hanya sebatas aspek  individual dan kelompok, namun juga dalam seluruh  tatanan kenegaraan.</p>
<p>Dari sana terlihat bahwa Rasulullah  tidak  menegakkan Daulah Islam dengan gerakan bersenjata, juga tidak  melalui  jalan kompromistis dengan mekanisme demokrasi. Rasul  melakukannya  dengan jalan dakwah; membentuk kelompok dakwah yang  konsisten  memperjuangkan Islam; menciptakan opini umum dan kesadaran  umum.  Akhirnya masyarakat, yang telah menyadari keluhuran nilai-nilai  Islam,  menginginkan Islam ditegakkan dalam bingkai Daulah Islam. Itulah  yang  semestinya juga kita lakukan saat ini. <em>Wallahu a’lam</em>. <strong>[]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=62&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/daulah-islam-negara-paripurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Human Right: Ide Hipokrit</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/human-right-ide-hipokrit/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/human-right-ide-hipokrit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 02:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Hipokrit]]></category>
		<category><![CDATA[Human Right]]></category>
		<category><![CDATA[Wikileaks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[The War Logs Situs WikiLeaks telah merilis lebih dari 400.000 dokumen rahasia AS tentang Perang Irak dari Januari 2004 sampai Desember 2009. Bocoran dokumen itu mengungkapkan rincian peristiwa perkosaan, penyiksaan, pembunuhan warga sipil yang dilakukan dari helikopter tempur dan insiden lainnya oleh pasukan koalisi dan pasukan Irak, yang bahkan dilakukan di bawah kontrol Obama pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=60&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>The War Logs</strong></p>
<p>Situs <em>WikiLeaks</em> telah  merilis lebih dari 400.000 dokumen rahasia AS tentang Perang  Irak dari  Januari 2004 sampai Desember 2009. Bocoran dokumen itu  mengungkapkan  rincian peristiwa perkosaan, penyiksaan, pembunuhan warga  sipil yang  dilakukan dari helikopter tempur dan insiden lainnya oleh  pasukan  koalisi dan pasukan Irak, yang bahkan dilakukan di bawah  kontrol Obama  pada tahun 2009. Dokumen itu juga mengungkapkan bagaimana  tentara  koalisi menutup mata atas laporan tentang penyiksaan dan  pembunuhan yang  dilakukan secara ekstrajudisial oleh pemerintah boneka  Irak.<span id="more-60"></span></p>
<p>Pembocoran dokumen <em>Perang Afganistan</em> (<em>Afghan War Diary</em> atau <em>The War Logs</em>) terjadi pada 25 Juli 2010 saat informasi internal militer Amerika Serikat disiarkan oleh <em>Wikileaks</em>.   Situs tersebut mengungkapkan dokumen aktivitas militer AS, tentara   Pakistan, kepemimpinan politik Afganistan, serta hubungan dengan   pemimpin al-Qaeda dan Taliban. Sebelum dirilis kepada publik, Wikileaks   telah memberikan akses kepada <em>The Guardian</em>, <em>The New York Times</em>, dan <em>Der Spiegel</em>.   Kebanyakan dokumen ini dikelompokan sebagai dokumen “rahasia”.   Kebocoran ini dianggap sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah   militer Amerika Serikat. (<em><a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembocoran_Dokumen_Perang_Afganistan" target="_blank">http://id.wikipedia.org/wiki/Pembocoran_Dokumen_Perang_Afganistan</a>)</em></p>
<p>Beberapa yang diungkapkan oleh <em>The War Logs</em> antara lain:</p>
<p>•  Pemburuan sebuah  unit rahasia “Black” yang diberi tugas khusus untuk  memburu pimpinan  Taliban baik untuk dibunuh atau ditangkap “<em>kill or capture</em>” tanpa proses peradilan.</p>
<p>• Usaha AS menutup-nutupi kesaksian bahwa Taliban telah mendapatkan serangan udara mematikan melalui <em>surface-to-air missiles</em>.</p>
<p>• Pasukan koalisi yang dipimpin AS menggunakan pesawat tanpa awak yang mematikan <em>Reaper</em> untuk memburu dan membunuh Taliban melalui <em>remote control</em> yang dikendalikan di Nevada AS.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang paling mendapatkan perhatian dari media massa adalah saat pada bulan April 2010, <em>Wikileaks</em> memuat video tentang helikopter militer AS, Apache, yang menewaskan 12 orang, termasuk wartawan <em>Reuters</em>, Namir Noor-Eldeen (22 tahun) dan supirnya, Saeed Chmagh (44 tahun), dalam serangan di Baghdad pada tanggal 12 Juli 2007.</p>
<p>Dalam  serangan itu terekam  percakapan yang membuat miris, karena menganggap  serangan tersebut  seolah sedang memainkan game. Pimpinan Helikopter  dengan menggunakan  moniker Crazyhorse, membuka serangan dan tertawa  puas setelah berhasil  membunuh orang di jalanan. “<em>Hahaha. I hit ‘em</em>,” ungkapnya. Ditimpali oleh teman pasukannya, “<em>Oh yeah, look at those dead bastards.</em>”</p>
<p>Tentu apa yang dilakukan <em>Wikileaks</em> ini mendapatkan reaksi dari Pemerintah AS. Sejak Maret 2010, saat Direktur <em>Wikileaks</em>, Julian Assange, menerbitkan sebuah dokumen yang disebut dari dinas intelijen Amerika Serikat, <em>Wikileaks</em> diposisikan sebagai “ancaman terhadap militer AS.”</p>
<p>Juru  Bicara Dephan AS Kolonel  Dave Lapan mengatakan, penyebaran dokumen  tersebut sebagai suatu  “kejahatan”. Dia mengatakan para pejabat sedang  mengkaji untuk  memutuskan “apakah mereka akan mengungkap para sumber  dan metode yang  dipakai”, dan apakah hal tersebut akan membahayakan  Amerika dan personil  koalisi.</p>
<p>Gedung Putih juga meminta <em>Wikileaks</em> untuk tidak menerbitkan 15 ribu dokumen lain yang diduga dimiliki situs   internet tersebut. Pemerintah AS belakangan mengakui kepada BBC bahwa   dokumen yang diterbitkan <em>Wikileaks</em> itu adalah dokumen yang asli.</p>
<p><em>WikiLeaks</em> adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs <em>Wikileaks</em> menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan   sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Organisasi   ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis,   matematikawan dan teknolog dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa,    Australia dan Afrika Selatan. Artikel koran dan majalah <em>The New Yorker</em> mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur <em>Wikileaks</em>. <em>Wikileaks</em> secara resmi beroperasi di bawah organisasi yang diberi nama Sunshine   Press dan mengaku mendapat dana dari para pegiat hak asasi manusia,   wartawan investigatif, ahli teknologi dan khalayak umum. (<em><a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikileaks" target="_blank">http://id.wikipedia.org/wiki/Wikileaks</a></em>).</p>
<p>Saat  ini Wikileaks mengaku  menampung lebih dari satu juga dokumen. Setiap  orang boleh mengirimkan  informasi ke Wikileaks tanpa harus menyebutkan  nama, namun ada sebuah  tim—yang terdiri dari para sukarelawan berupa  wartawan dan staf  Wikileaks sendiri—yang memutuskan apakah dokumen itu  layak muat atau  tidak di situs mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hipokrit <em>Human Right</em></strong></p>
<p>Apa yang dibeberkan <em>Wikileaks</em> kembali mengusik intelektualitas kita mengenai konsep Human Right/Hak   Asasi Manusia (HAM). Nilai-nilai HAM yang dianggap universal dan   dijunjung tinggi oleh para pengusungnya kembali menjadi <em>‘absurd’</em>, karena akan dibelenggu dengan alasan keamanan nasional.</p>
<p>Hal  ini mengingatkan kita pada  statemen yang diungkapkan oleh Karimov,  Presiden Uzbekistan dalam sebuah  konferensi pers bersama dengan Sekjen  PBB di Tashkent, Uzbekistan. Ia  dengan berang menanggapi pertanyaan  seputar pelanggaran HAM di  Uzbekistan. Ia berkata, <em>“Saya ingin  menjawab pertanyaan wartawan  tadi dengan pertanyaan juga. Katakan pada  saya, adakah satu saja negara  di dunia ini yang tidak melanggar HAM?  Mungkin Anda dapat menyebut satu negara yang tidak melanggar HAM atau  yang tidak terbukti melakukan pelanggaran HAM?</em>’”</p>
<p>Pertanyaan retoris ini semestinya mengajak kita untuk menelaah ulang konsepsi HAM ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>AS dan HAM</strong></p>
<p>AS  menjadikan HAM sebagai salah  satu basis strategi politik luar  negerinya. Sebenarnya ini sudah terjadi  sejak akhir dasawarsa 70-an  pada masa kepemimpinan Presiden Jimmy  Carter. Sejak saat itu,  Departemen Luar Negeri AS selalu mengeluarkan  evaluasi tahunan mengenai  komitmen negara-negara di dunia dalam  menerapkan HAM. Evaluasi tahunan  itu juga menilai sejauh mana  negara-negara itu memberikan toleransi  kepada rakyatnya untuk  menjalankan HAM. Penilaian ini kemudian menjadi  landasan bagi sikap yang  akan diambil AS terhadap negara-negara yang  oleh Washington dianggap  tidak terikat dengan prinsip-prinsip HAM.  Misalnya, Washington  mengaitkan komoditas gandumnya untuk Uni Soviet,  dengan toleransi Uni  Soviet kepada warga negaranya yang Yahudi untuk  berimigrasi ke negara  Yahudi di Palestina. AS juga menjadikan HAM  sebagai alat justifikasi  untuk melakukan intervensi militer di Haiti  pada tahun 1994. Terhadap  Indonesia, AS mengaitkan peristiwa Tim-Tim  dengan bantuan militernya.</p>
<p>Peluang itu muncul mengingat bahwa prinsip dalam hukum internasional adalah <em>pacta sun servanda</em> (hanya mengikat bagi pihak yang terlibat). Karena itu, sebagai produk   hukum internasional, DUHAM akan berlaku bagi pihak-pihak yang   menandatanganinya. Hal ini berkonsekuensi bahwa tidak mungkin dapat   diberlakukan sanksi internasional terhadap negara yang melanggar HAM.   Kalaupun ada hanyalah sanksi moral, yang bisa berupa pengucilan dari   negara-negara yang menandatangi DUHAM tersebut.</p>
<p>AS, sebagai negara <em>superpower</em> yang unilateral, memanfaatkan posisinya tersebut untuk memasukkan   kepentingan negaranya dalam berbagai perjanjian internasional. AS   mengikuti perjanjian internasional yang menguntungkan negaranya dan   tidak mengikuti yang tidak menguntungkannya, seperti Protokol Kyoto.   Dengan hal ini, pengucilan suatu negara dari pergaulan internasional   sangat sarat dengan kepentingan negara lain dan pengaruh dari   negara-negara yang memiliki <em>power</em> untuk memaksakan kehendaknya kepada negara-negara yang lemah.</p>
<p>Itulah  yang menjadikan kebijakan  luar negeri AS yang bertumpu pada HAM  bersifat diskriminatif. AS hanya  menutup mata dan tidak mengganggu  gugat sedikit pun negara-negara  tertentu yang melanggar HAM, karena  kepentingan AS mengharuskan  demikian. Terhadap negara-negara seperti  ini, AS hanya mengeluarkan  kecaman dan kutukan saja. Sebaliknya, AS  dapat bersikap ganas terhadap  negara-negara pelanggar HAM yang lain,  misalnya dengan mengambil  tindakan-tindakan militer, seperti  tindakannya terhadap Haiti; atau  mengambil tindakan-tindakan ekonomi  dan perdagangan, seperti yang  dilakukannya terhadap RRC; atau mengambil  tindakan-tindakan politik dan  diplomatik, sebagaimana yang  diberlakukan terhadap banyak negara. Inilah  yang telah dibongkar oleh  Wikileaks. Semua itu dilakukan AS demi  tuntutan  kepentingan-kepentingannya dan tuntutan-tuntutan hegemoninya  atas  negara-negara tertentu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>HAM: Alat Penjajahan </strong></p>
<p>Begitu  kentara muslihat di balik  penerapan HAM, tak ayal, mantan Perdana  Menteri Malaysia Mahathir  Mohammad menyebut propaganda HAM ini sebagai <em>Human Rights Imperialisme</em> (penjajahan dengan kedok HAM), bahkan mantan Menlu Ali Alatas menyatakan, tidak satu pun negara berhak mendiktekan HAM.</p>
<p>Secara  konsepsional, HAM  tidaklah jelas, apakah bersendi pada asas universal  atau asas lokalitas  yang mengakui keragaman budaya. Lalu pada sisi mana  HAM itu berpihak:  individu atau masyarakat. Dalam penanganannya,  apakah HAM hanya menjadi  urusan dalam negeri (statis) atau  negara-negara lain yang lebih kuat  berhak mencampuri negara lain dalam  penegakan HAM (hegemonial).</p>
<p>Kendati tidak ada kesepakatan   mengenai konsep-konsep HAM tersebut, Dunia Barat memaksakan konsepsinya   sendiri untuk diterapkan oleh semua negara di dunia.</p>
<p>Namun,  realitas sejarah  menunjukkan bahwa Barat sebagai bangsa-bangsa  kolonialis-imperialis  sangat tidak menghormati dan menghargai HAM.  Penjajahan yang mereka  lakukan betapa telah mendatangkan bencana dan  penderitaan yang sangat  berat atas berbagai bangsa di dunia. Merekalah  yang memicu terjadinya  krisis kemanusiaan yang dahsyat dalam Perang  Dunia ke-1 dan ke-2.</p>
<p>Saat AS  menghancurkan Jepang dengan bom  atom, di manakah HAM diletakkan?  Ratusan ribu korban yang jatuh lebih  banyak rakyat sipil ketimbang  kalangan militer. Ini bertentangan dengan  hukum perang. Begitu pula saat  Perang Vietnam. AS melakukan tindakan  yang sangat biadab dengan  membunuhi rakyat dan memusnahkan desa-desa,  tidak lebih ringan dengan  apa yang terjadi di Timor Timur. Manakah HAM  itu?</p>
<p>Apakah AS, Inggris, Prancis dan  sekutu Barat lainnya  menghargai dan menegakkan HAM ketika mereka  menyokong Israel mengusir,  membunuh, memperkosa, membantai dan tindakan  biadab lainnya terhadap  rakyat Palestina? Demikian juga pengeboman  bertubi-tubi terhadap Irak  dan Afganistan oleh AS dan Inggris, yang  sampai saat ini masih  diberlakukan. Padahal tindakan itu telah merenggut  beribu-ribu nyawa  penduduk tak bersalah dan sangat menyengsarakan  rakyatnya. Masih sangat  banyak peristiwa dan tragedi yang membuktikan  bahwa imperialis Barat  adalah para pelanggar HAM.</p>
<p>Dalam implementasinya, HAM  sangat  dipengaruhi oleh kepentingan pihak yang memiliki kekuatan. Dengan  kata  lain, penerapan HAM tidak terlepas dari kepentingan politis,  ekonomis  dan ideologis dari negara-negara yang punya kekuatan besar.  Dalam  konteks itu Dunia Barat, khususnya AS, memanfaatkan isu HAM untuk   menekan suatu negara demi kepentingannya sendiri. PBB dan badan   internasional lainnya seperti IMF dan Bank Dunia acapkali dipakai AS   untuk merealisasikan kepentingannya itu.</p>
<p>Sejak keberadaannya HAM  justru  digunakan sebagai alat penjajahan Barat terhadap dunia Timur,  khususnya  negeri-negeri kaum Muslim. HAM yang muncul pada abad ke-21  adalah isu  yang menggantikan kolonialisasi Barat terhadap negara-negara  di Asia,  Afrika dan Amerika Latin. Setelah Barat mengeruk habis  kekayaan  bangsa-bangsa tersebut pada masa penjajahan di abad ke-16  sampai abad  ke-20, Barat menggunakan HAM untuk menjajah dalam bentuk  lain.</p>
<p>Dengan alasan HAM, Barat  mengukur, rezim baru di negeri  kolonial apakah pro terhadap mereka  ataukah tidak. HAM menjadi pisau  bermata ganda: bila menguntungkan  mereka berdiam; bila merugikan mereka  akan teriak tentang pelanggaran  HAM.</p>
<p>Inilah wujud dari  inkonsistensi  HAM. Amerika dan negara-negara kapitalis lainnya,  misalnya, telah  menjadikan HAM sebagai komoditi politik luar negerinya.  Praktek HAM  dengan standar gandanya mereka lancarkan secara  diskriminatif terhadap  negara-negara yang mengancam kepentingan AS dan  negara kapitalis  lainnya. Ini semua dilakukan Barat demi tuntutan  kepentingannya untuk  mendominasi berbagai bangsa di dunia. <strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=60&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/human-right-ide-hipokrit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyesatan Politik dibalik Istilah</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/penyesatan-politik-dibalik-istilah/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/penyesatan-politik-dibalik-istilah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 02:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[istilah]]></category>
		<category><![CDATA[penyesatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Musuh-musuh Islam melakukan berbagai cara untuk memerangi Islam dan kaum Muslim, mulai dari cara yang keras dan kasar (hard power) hingga cara yang halus dan hampir tak terdeteksi (soft power) oleh kaum Muslim. Mereka antara lain melakukan distorsi atau penyesatan terhadap berbagai istilah. Istilah radikal, teroris dan moderat adalah beberapa dari sekian banyak istilah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=57&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musuh-musuh Islam melakukan berbagai cara untuk memerangi Islam dan kaum Muslim, mulai dari cara yang keras dan kasar (<em>hard power</em>) hingga cara yang halus dan hampir tak terdeteksi (<em>soft power</em>) oleh kaum Muslim. Mereka antara lain melakukan distorsi atau penyesatan terhadap berbagai istilah. Istilah <em>radikal</em>, <em>teroris</em> dan <em>moderat</em> adalah beberapa dari sekian banyak istilah yang digunakan musuh-musuh   Islam untuk memuluskan target mereka: memerangi Islam dan kaum Muslim.<span id="more-57"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Istilah <em>Radikal-Teroris</em></strong></p>
<p>Kata <em>radikal</em> awalnya berasal dari bahasa latin <em>radix</em> yang artinya akar (<em>roots</em>). Istilah <em>radikal</em> dalam konteks perubahan kemudian digunakan untuk menggambarkan perubahan yang mendasar dan menyeluruh. Dalam kamus <em>Oxford</em> disebutkan istilah <em>radical</em> kalau dikaitkan dengan perubahan atau tindakan berarti: <em>relating to or affecting the fundamental nature of something; far-reaching or through </em>(berhubungan atau yang mempengaruh sifat dasar dari sesuatu yang jauh jangkauannya dan menyeluruh).</p>
<p>Kini, kata <em>radikal</em> menjadi istilah politik (<em>political words</em>)   yang cenderung multitafsir, bias dan sering digunakan sebagai alat   penyesatan atau stigma negatif lawan politik. Misal: penggunaan istilah <em>Islam radikal</em> yang sering dikaitkan dengan terorisme, penggunaan kekerasan untuk   mencapai tujuan, skriptualis dalam menafsirkan agama, menolak pluralitas   (keberagamaan) dan julukan-julukan yang dimaksudkan untuk memberikan   kesan buruk.</p>
<p>Istilah <em>radikal</em> kemudian menjadi alat  propaganda yang digunakan untuk kelompok atau  negara yang berseberangan  dengan  ideologi dan kepentingan Barat.   Julukan <em>Islam radikal</em> kemudian digunakan secara sistematis  terhadap pihak-pihak yang  menentang sistem ideologi Barat (Kapitalisme,  Sekularisme dan  Demokrasi), ingin memperjuangkan syariah Islam, Khilafah  Islam,  menginginkan eliminasi Negara Yahudi dan melakukan jihad melawan  Barat.</p>
<p>Adapun  menurut Mark  Juergensmeyer (1993). radikalisme dalam Islam muncul  karena kegagalan  nasionalisme sekular yang dianggap tak mampu  mengakomodasi aspirasi  kalangan agamawan. Kalangan Islam radikal,  menurut dia, tidak menolak  modernitas dalam arti ilmu pengetahuan atau  teknologi, tetapi mereka  tidak bisa menerima ideologi di balik itu:  sekularisme dan materialisme.  Penolakan terhadap sekularisme menguat  karena sistem itu tak memberikan  tempat bagi ajaran Islam,  memarginalisasi kaum Muslim, serta  memperparah krisis yang melanda  Dunia Islam.</p>
<p>Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Imran Mawardi MA, mengatakan, istilah <em>radikalisme</em> sengaja dibuat oleh Barat untuk menghancurkan umat Islam. Sebab, pasca   keruntuhan Komunisme, satu-satunya ideologi yang menjadi ancaman paling   menakutkan bagi dunia Barat adalah Islam. (<em>Hidayatullah.com.)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Istilah <em>Moderat</em></strong></p>
<p>Bertolak belakang dengan istilah <em>radikal-teroris</em>. Dalam wacana keberagamaan sekarang ini, istilah <em>moderat</em> memiliki konotasi yang sangat positif. Moderat adalah kata yang menghipnotis. <em>Islam moderat</em>, misalnya, dimaknai sebagai Islam yang anti-kekerasan dan anti-terorisme.</p>
<p>Kalangan  orientalis memberikan  pencitraan bahwa Islam moderat itu di satu sisi  memiliki pandangan dan  sikap mendukung demokrasi, mendukung kebebasan  beragama, kesetaraan  jender, sistem pemerintahan secular dan HAM; di  lain sisi juga menentang  supremasi Islam, menentang <em>jihad</em> dan syariah serta kritis terhadap Islam.</p>
<p>Graham E. Fuller  dalam bukunya, <em>Freedom and Security: Necessary Conditions for Moderation, </em>mengidentifikasi   bahwa padangan non-Muslim melihat moderat yaitu mereka yang meyakini   prinsip demokrasi, memiliki sikap toleransi dan memperlakukan perempuan   setara dalam persoalan hukum dan sosial.</p>
<p>Pemahaman dalam  perspektif Barat  tersebut diatas kemudian dimaknai dalam ruang lebih  khusus, contohnya  dalam persoalan syariah.  Para orientalis sering  menjustifikasi  pandangannya dengan mengatakan bahwa Muslim moderat  adalah mereka yang  menentang syariah, seperti yang diungkapkan oleh  Andrew McCarthy<em>. </em></p>
<p>Islam moderat kemudian identik  dengan  Islam yang bersahabat, tidak ekstrem kanan dan tidak ekstrem  kiri.  Beberapa elit ormas Islam dengan tegas mengklaim sebagai  representasi  dari Islam yang moderat, bukan liberal dan juga bukan  fundamentalis.  Landasan teologis-ontologis pun dibangun untuk  mengokohkan pilihan ini,  seperti dengan menjelaskan bahwa istilah <em>Islam moderat</em> memiliki padanan dengan istilah Arab <em>ummatan wasathan</em> atau <em>ad-din al-wasath</em> (QS 2: 143) yang diartikan “golongan atau agama tengah”, tidak ekstrem.</p>
<p>Dalam  konteks percaturan global  saat ini, dan juga konteks lokal Indonesia,  menjadi Muslim moderat  dianggap menjadi pilihan yang pas dan “aman”. <em>Moderate</em> pun dianggap lebih tepat karena berarti <em>medioker</em>;   harapan untuk memediasi kelompok atau pihak yang senantiasa terjebak   dalam situasi konflik. Bagi berbagai kelompok Islam, mengambil posisi   moderat tentu bebas dari berisiko, tak berbahaya dan terkesan taktis.</p>
<p>Ahmad  Dahlan, pendiri  Muhammadiyah, dan Hasyim Asy’ari, pendiri NU, tentu  bukanlah orang-orang  moderat. Nabi Muhammad saw. pasti juga bukan orang  moderat. Mereka  adalah para revolusioner sejati. Pemaknaan <em>ad-din al-wasath</em> sebagai agama yang moderat atau agamanya orang moderat justru menyesatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Program Pesanan Musuh-Musuh Islam</strong></p>
<p>Penyesatan  istilah yang  dilakukan secara massif bukanlah peristiwa kebetulan  belaka. Apalagi  muncul anggapan bahwa hal tersebut hanya kekeliruan  akademis yang  dianggap lazim dalam dunia akademik. Dengan melihat  langkah-langkah yang  dilakukan yang teratur, terarah dan menuju target  tertentu, kita dapat  menyimpulkan bahwa ini merupakan sebuah program  sistematis yang  dilakukan oleh musuh-musuh Islam baik secara langsng  atau melalui  agen-agen mereka di negeri-negeri Muslim.</p>
<p>Salah satu indikasinya adalah dengan melihat bagaimana sikap Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sangat <em>concern</em> dalam masalah  pengistilahan. Bagi mereka rumusan kata menjadi sangat  penting. Apalagi  jika akhirnya melahirkan stigma dan salah paham  terhadap suatu agama.  Perhatian besar kini diarahkan Pemerintah AS  terhadap masalah tersebut.  Contohnya adalah bahwa mereka berupaya untuk  tak lagi menggunakan  istilah <em>Islam radikal</em> dalam seluruh  pidato resmi. Presiden AS,  Barack Obama mengungkapkan, persoalan kata  ini sangat penting. Sebab,  dengan menggunakan kata-kata atau rangkaian  kalimat yang mengaitkan  Islam dengan ancaman teror justru akan  menguntungkan propaganda yang  telah dilakukan kelompok-kelompok yang  melakukan kekerasan. Sebaliknya,  akan mengalienasi Muslim moderat di  AS.</p>
<p>Melalui National Security  Strategy, John Brennan, pejabat AS  yang menangani masalah  kontraterorisme, mengungkapkan perubahan  diperlukan untuk menghentikan  langkah kelompok al-Qaidah. Selama ini,  kata mereka, pemimpin kelompok  teror itu menggunakan dan memanfaatkan  persepsi yang salah. Para  pemimpin kelompok itu menganggap dirinya  sebagai pemimpin agama yang  mempertahankan kesucian agamanya. Brennan  mengatakan, menggambarkan  kelompok kelompok seperti al-Qaidah dengan  menggunakan term atau istilah  yang mengacu pada agama, melahirkan  anggapan bahwa AS melakukan perang  terhadap Islam.</p>
<p>Komandan  pasukan AS di  Afganistan, Jenderal David Petraeus, menulis dalam sebuah  panduan manual  pada 2006, saat pemerintahan George W Bush. Ia  melahirkan  istilah-istilah <em>Islamic insurgents</em>, <em>Islamic extremists</em>, dan <em>Islamic subversives </em>(<em>Republika.co.id</em>).</p>
<p>Penggunaan  istilah negatif  terhadap Islam dan umat Islam ini juga didorong oleh  kelompok-kelompok  Zionis yang memperkenal-kan diri sebagai ahli  kontra-teroris Amerika  yang tergabung dalam The Washington Institute of  Near East Policy  (WINEP). Mereka mengatakan bahwa untuk dapat  memerangi teroris hendaknya  menggunakan definisi yang jelas.</p>
<p>Sebuah laporan yang diterbitkan oleh lembaga <em>think tank</em> AS Rand Corporation berjudul, “<em>Building Muslim Network,”</em> menyatakan, penting bagi merealisasikan tujuan-tujuan kebijakan AS di   Dunia Islam dengan membuat jaringan yang disebut sebagai Muslim Moderat.   Sejalan dengan Rand Coorperation, The Heritage Foundation, sebuah   lembaga <em>think tank</em> konservatif Washington DC mendorong AS dalam   menjalankan kebijakan luar negerinya untuk terus memberikan beasiswa   kepada cendekiawan Muslim agar mereka mendapatkan ‘pencerahan’ tentang   Islam, dan kemudian pada masa yang akan datang dapat membawakan Islam   yang lebih dekat dengan Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tindakan Lokal</strong></p>
<p>Dalam  memuluskan aksinya  tentunya dilakukan tidak hanya dalam tataran  pembuatan opini secara  global. Pembuatan program langsung di  negeri-negeri Muslim pun dilakukan  dengan memanfaatkan antek-antek  mereka yang loyal.</p>
<p>Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido  Yanggo, MA,  Pakar Perbandingan Mazhab Hukum Islam Fakultas Syariah dan  Hukum  Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta,   mengemukakan bahwa ada kepentingan materi di balik munculnya berbagai   paham liberal di masyarakat. Demi dolar. Itulah kata-kata yang tepat   untuk sebuah paham yang mengusung liberalisme. Tangan-tangan asing   menyokong para pengusung paham liberal itu di Indonesia untuk   kepentingan mereka. Dukungan pihak asing tersebut dilakukan melalui   berbagai proyek, seperti pengadaan buku-buku, seminar, lokakarya dan   penelitian-penelitian, terutama yang mengusung pemikiran liberal.</p>
<p>Perihal  kepentingan uang di  balik munculnya pemikiran-pemikiran liberal di  Indonesia, dapat  dicocokkan dengan sejumlah fakta di lapangan. Pada  kata pengantar  Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD KHI),  misalnya, secara  gamblang, Tim Pengarusutamaan Gender (TPG) Pimpinan  Musdah Mulia  mengucapkan terima kasih kepada <em>The Asia Foundation</em> (TAF),  sebuah LSM internasional yang acap kali memberikan bantuan dana  kepada  para NGO lokal. Menurut sejumlah kalangan, sudah barang tentu  ucapan  terima kasih TPG kepada TAF itu bukan sekadar basa-basi, namun   benar-benar ada maksudnya. Hal ini diperkuat oleh pendapat salah seorang   pejabat Departemen Agama yang menyatakan, untuk mengegolkan CLD KHI, <em>The Asia Foundation</em> mengucurkan dana sebanyak enam miliar rupiah.</p>
<p>Soal  kucuran dana pihak asing  tersebut juga diakui sendiri oleh petinggi  Jaringan Islam Liberal (JIL)  Ulil Abshar Abdalla. Ia mengaku dapat  kucuran dana sebesar 1,4 miliar  rupiah pertahun dari TAF untuk tujuan  mendorong politik sekular di  Indonesia. TAF yang bermarkas di San  Fransisco itu  merupakan lembaga internasional yang menjadi payung dana  bagi  pengembangan ide pluralisme, liberalisme, sekularisme dan HAM.   Sebagaimana dikutip situs resmi pemerintah AS (<em>usinfo.state.gov</em>),   LSM ini memiliki 17 kantor cabang di seluruh Asia. Pada tahun 2003   lalu, TAF mengucurkan bantuan sebesar 44 juta dolar dan mendistribusikan   750 ribu buku dan materi pendidikan yang nilainya mencapai 28 juta   dolar di seluruh wilayah Asia.</p>
<p>Dalam rekomendasi Dirjen Binmas   Depag untuk Sosialisasi Islam Moderat direkomen-dasikan Pembentukan   Yayasan Ahlusunnah wal Jamaah di Banten 5-8 Juli 2003. Ternyata kegiatan   tersebut secara terang disponsori The Asia Foundation.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Menyatukan  berbagai istilah  kunci dalam Islam dengan istilah-istilah asing atau  melakukan  pendefinisian ulang sesuai dengan kepentingan Barat adalah  salah satu  cara halus dan efektif yang dilakukan orientalis dalam  merusak konsep  Islam. Istilah <em>Islam</em>, misalnya, dikaitkan dengan istilah radikal. Padahal istilah <em>radikalisme</em> (termasuk <em>terorisme</em>) sendiri masih diperdebatkan.</p>
<p>Oleh  karena itu, dalam  menanggapi suatu konsep atau istilah yang datang  dari luar kita harus  selektif dan tidak mudah terprovokasi. Jangan  termakan dengan istilah tertentu yang mengandung muatan jahat menyerang  Islam. <em>Wallahualam.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=57&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/penyesatan-politik-dibalik-istilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ukraina: Geliat Kebangkitan Islam di Eropa Timur</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/ukraina-geliat-kebangkitan-islam-di-eropa-timur/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/ukraina-geliat-kebangkitan-islam-di-eropa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 02:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[eropa timur]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[ukraina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Ukraina menjadi wilayah pertarungan antara AS, Eropa dan Rusia, di mana posisi umat Islam? Aroma revolusi di kawasan Eropa Timur seakan tidak ada henti. Pergeseran penguasa seakan-akan menjadi isu sentral di kawasan tersebut. Salah satunya adalah di Ukraina. Ukraina baru menuntaskan Pemilihan Umum Februari silam. Victor Yanukovych yang pernah menjabat perdana menteri dan presiden pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=55&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ukraina menjadi wilayah pertarungan antara AS, Eropa dan Rusia, di mana posisi umat Islam?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Aroma  revolusi di kawasan Eropa Timur seakan tidak ada henti.  Pergeseran  penguasa seakan-akan menjadi isu sentral di kawasan tersebut.  Salah  satunya adalah di Ukraina. Ukraina baru menuntaskan Pemilihan  Umum  Februari silam. Victor Yanukovych yang pernah menjabat perdana  menteri  dan presiden pada tahun 2004 menjadi terpilih menjadi kepala  negara  yang baru. Muncul spekulasi mengenai arah politik Ukraina di  kawasan  Eropa Timur.<span id="more-55"></span></p>
<p><strong>Negara Strategis</strong></p>
<p>Ukraina  adalah negara pecahan Uni Sovyet. Negara yang  memproklamasikan diri  dari Uni Sovyet tanggal 1 Desember 1991 ini berada  di kawasan Eropa  Timur. Sesuai namanya Ukraina = perbatasan, negara ini  berbatasan  dengan Rusia di Timur Laut, Belarusia di Utara, Polandia,  Slowakia dan  Hongaria di Barat. Rumania dan Moldova di Barat daya dan  Laut Hitam di  Selatan.</p>
<p>Ukraina luasnya mencapai 603.700 kilometer persegi dengan  jumlah  penduduk 48 juta jiwa menempati posisi strategis karena  menghadap Laut  Hitam. Laut Hitam adalah bagian dari lautan Mediterania  (Laut Tengah)  yang menjadi pusat interaksi peradaban sejak zaman  Yunani-Romawi kuno,  hingga pada Abad Pertengahan sampai masa Perang  Dingin. Karena lautan  ini menghubungkan tiga benua, Eropa, Asia dan  Afrika.</p>
<p>Dengan posisi seperti itu, Ukraina menjadi penghubung  Eropa dan Asia,  sehingga dapat memengaruhi peta politik global dan  keseimbangan  regional. Terlebih dengan memiliki jalur jaringan energi  khususnya  jaringan pipa gas alam maka tidak heran kalau Rusia, Amerika  dan Uni  Eropa sangat memperhatikan Ukraina yang menurut Cantori Spiegel  disebut  sebagai intrusive system.</p>
<p><strong>Perspektif Rusia</strong></p>
<p>Rusia  memandang Ukraina dengan perhatian yang sangat besar. Secara   sosiologis mayoritas penduduk wilayah timur Ukraina menganut aliran   Ortodoks dan berbahasa Rusia. Hal ini yang menimbulkan kedekatan Ukraina   dengan Rusia. Di sisi yang lain, Rusia memiliki pangkalan armada laut   Hitam di Ukraina. Pangkalan Sevastopol merupakan pangkalan yang sangat   bersejarah bagi Rusia. Terutama dengan Strategi Air Hangatnya, Rusia   pada masa Perang Dingin berusaha menguasai pelabuhan-pelabuhan utama   yang tidak beku pada musim dingin, itulah Pangkalan Sevastopol. Sesuai   perjanjian akan berakhir pada tahun 2017.</p>
<p>Pasca revolusi Orange di  Ukraina pada tahun 2004, hubungan Ukraina  dengan Rusia mengalami  keguncangan. Keguncangan ini disebabkan langkah  pemerintah Ukraina yang  berusaha mendapatkan keanggotaan di Uni Eropa.  Kalau betul Ukraina  menjadi anggota Uni Eropa maka hal ini merupakan  pukulan bagi Rusia  yang telah kehilangan negera-negara mitra  strategisnya di Eropa Timur.  Keguncangan ini juga disebabkan adanya  perubahan sikap Ukraina terhadap  armada laut Hitam Rusia yang  ditempatkan di Sevastopol dan karena  perselisihan seputar gas alam.</p>
<p>Maka dari itu Rusia berusaha  mengerahkan agen-agennya untuk melakukan  penentangan terhadap  pemerintahan Yushchenko, terutama di wilayah timur  Ukraina dan beberapa  daerah lainnya yang loyal ke Rusia. Dan upaya ini  berhasil sehingga  dalam pemilu terakhir 2010 ini dapat menempatkan  pemerintah yang loyal  kepada Rusia. Hal ini ditunjukkan dengan  penandatangani sejumlah  perjanjian dengan Moskow dalam bidang energi.  Pengokohan kerja sama  ekonomi dan pengembangan hubungan dalam bidang  media, penyebaran  informasi, pendidikan, bahasa dan kebudayaan.</p>
<p><strong>Perspektif Amerika Serikat</strong></p>
<p>Dalam  pandangan Amerika Serikat, Ukraina memiliki urgensi vital dalam  upaya  mengepung kawasan pengaruh Rusia. Karena itu, bila Amerika  kehilangan  pengaruhnya di Ukraina maka pengaruh Rusia akan semakin  menguat di Laut  Hitam dan Eropa Timur.</p>
<p>Di sinilah bisa dilihat bagaimana Amerika  Serikat berupaya  menciptakan revolusi Orange yang menghadirkan  Yushchenko ke tampuk  pemerintahan. Dan terbukti ketika revolusi ini  berhasil, maka pada era  itu Ukraina menjadi partner strategis dan utama  bagi Amerika Serikat.</p>
<p>Sebagai imbalannya, Amerika Serikat  memberikan bantuan ekonomi ke  Ukraina yang besarnya menduduki peringkat  ketiga setelah Israel dan  Mesir. Hal ini dilakukan untuk memutus  kebergantungan secara ekonomi  kepada Rusia.</p>
<p>Hanya saja karena  krisis ekonomi yang dihadapinya, terlebih Amerika  Serikat lebih  mengonsentrasikan kekuatannya di Irak dan Afganistan, maka  tidak bisa  memberikan perhatian dan sumber daya yang cukup bagi  Ukraina. Hal  inilah yang dimanfaatkan Rusia untuk membalikkan keadaan  pasca revolusi  Orange.</p>
<p><strong>Perspektif Uni Eropa</strong></p>
<p>Dalam  perspektif Uni Eropa, Ukraina adalah dinding pemisah antara  Rusia dan  Eropa Timur. Setelah Polandia menjadi anggota Uni Eropa dan  Rumania  serta Bulgaria memenuhi syarat untuk menjadi anggota Uni Eropa,  maka  Ukraina menjadi tetangga negara-negara Uni Eropa dan memiliki  urgensi  yang besar bagi Uni Eropa. Ukraina diharapkan dapat menjadi  jembatan  antara Rusia dan Eropa pada saat damai (peace). Namun, bila  terjadi  konflik, maka Ukraina juga bisa dinilai sebagai penyangga bagi   keduanya. Selain itu juga, melalui wilayah Ukraina sebanyak 80 persen   gas alam Rusia mengalir ke Eropa yang menyuplai seperempat konsumsi gas   Eropa. Sehingga dalam konteks energi, Ukraina sangat penting bagi  Eropa.</p>
<p><strong>Ukraina dan Kebangkitan Umat Islam</strong></p>
<p>Dari  48 juta penduduk Ukraina, yang Muslim hanyalah 2 juta orang  saja. Di  sana terdapat sekitar 200-an masjid dan 20-an Islamic centre.  Padahal  kaum Muslim telah lama menetap di sana selama berabad-abad, pada  masa  kewalian Tatar Krimea pada abad ke-15 yang merupakan keturunan  Turki  yang telah menetap sejak abad ke-7. Hanya saja pada abad ke-18  Rusia  berhasil menaklukkan kekhilafahan Turki Utsmani dan memburu semua   penduduk Muslim sehingga jutaan orang harus meninggalkan Krimea (Ukraina   sekarang).</p>
<p>Walaupun jumlah Muslim di sana kini minoritas, upaya  untuk  membangkitkan umat tidaklah kalah dengan negeri lain. Salah  satunya  adalah apa yang pernah dilakukan oleh Hizbut Tahrir Ukraina  pada tahun  2007 yang menyelenggarakan Konferensi Khilafah dengan tajuk  Islam;  Kemarin, Hari ini dan Esok. Dengan berbekal fakta kesejarahan,  kaum  Muslim di sana yang diminoritaskan, berusaha untuk bangkit dan   membangkitkan umat, terlebih Ukraina memiliki posisi yang strategis   dalam upaya penetrasi Islam ke Eropa. Wallahu’alam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=55&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/ukraina-geliat-kebangkitan-islam-di-eropa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demokrasi Tak Mensejahterakan Rakyat</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/demokrasi-tak-mensejahterakan-rakyat/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/demokrasi-tak-mensejahterakan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 02:31:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[sejahtera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Pilihan bangsa Indonesia atas demokrasi sejak gerakan reformasi bergulir ternyata keliru. Perjalanan demokrasi justru makin menyengsarakan masyarakat dan tidak menghasilkan kesejahteraan. Banyak kalangan menganggap bahwa demokrasi kini dianggap sudah kebablasan, salah kaprah. Walau demokrasi berjalan, banyak ekses seperti money politics, abuse of power, juga merajalela. Demikian ungkapan Ketua DPD, Ginanjar Kartasasmita, dalam seminar nasional ‘Konsistensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=52&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pilihan  bangsa Indonesia atas  demokrasi sejak gerakan reformasi bergulir  ternyata keliru. Perjalanan  demokrasi justru makin menyengsarakan  masyarakat dan tidak menghasilkan  kesejahteraan. Banyak kalangan  menganggap bahwa demokrasi kini dianggap  sudah kebablasan, salah  kaprah. Walau demokrasi berjalan, banyak ekses  seperti <em>money politics</em>, <em>abuse of power</em>,  juga  merajalela. Demikian ungkapan Ketua DPD, Ginanjar Kartasasmita,  dalam  seminar nasional ‘Konsistensi Sistem Peradilan dan Kemerdekaan  Kekuasaan  Kehakiman di Indonesia pada Kamis 7 Agustus 2008 di UNPAR. (<em>Pikiran Rakyat</em>, 8/8/2008).<span id="more-52"></span></p>
<p>Hampir  senada, Kwik Kian Gie  menyebutkan bahwa demokratisasi yang dinamakan  reformasi, dalam  kenyataannya telah berkembang dan menjelma menjadi  kekalutan atau <em>chaos</em> dan anarki. (<em>Koraninternet.com</em>,   25/5/2008). Dengan realitas yang demikian, pantaslah kalau Kwik Kian   Gie menyatakan bahwa demokrasi yang selama ini berjalan di Indonesia   justru mengancam kedaulatan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Demokrasi Mengancam Kepentingan Rakyat</strong></p>
<p>Dalam buku, <em>Apakah Demokrasi Itu?,</em> yang disebarluaskan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk   Indonesia, di halaman terakhir ditulis bahwa “Demokrasi sendiri tidak   menjamin apa-apa. Sebaliknya, ia menawarkan kesempatan untuk berhasil   serta resiko kegagalan.”</p>
<p>Dengan demokrasi yang tidak  menjanjikan  apa-apa, jelas keliru kalau kesejahteraan yang menjadi  dambaan  masyarakat disandarkan pada proses demokratisasi. Pemerintahan  SBY yang  katanya paling demokratis dibandingkan dengan masa Orde Lama  juga Orde  Baru ternyata hanya menuai kesengsaraan. Tidak aneh jika  pemerintahan  sekarang kemudian sering disebut sebagai Pemerintahan Penuh  Bencana.  Berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah   kebijakan pemerintahan yang tidak pro rakyat, datang silih berganti dan   membuat masyarakat berada dalam kondisi yang penuh beban. Kehidupan   ekonomi rakyat tetap terpuruk. Jumlah kemiskinan dan pengangguran tetap   tinggi. Penyakit sosial pun bertambah mulai dari kriminalitas,  kekerasan  dalam rumah tangga, aborsi, hingga bunuh diri.</p>
<p>Sejak  awal tahun 2008, masyarakat  sudah dihadapkan pada kelangkaan sejumlah  kebutuhan pokok, seperti  kedelai. Masyarakat sempat kesulitan  mendapatkan tempe dan tahu.  Kenaikan harga bahan pangan dan pokok ini  telah menggerus daya beli  masyarakat.</p>
<p>Angka inflasi bergerak  liar. Inflasi  pada Januari 2008 meningkat menjadi 1,77%. Angka ini naik  cukup tinggi  dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang besarnya 1,1%.  Meski pada  Februari 2008 inflasi turun menjadi 0,65%, pada Maret  inflasi kembali  naik ke angka 0,95%. (Ahluwalia, <em>Inilah.com</em>).</p>
<p>Di  Indonesia, alih-alih sistem  demokrasi membawa kesejahteraan  masyarakat, yang terjadi malah banyak  kebijakan-kebijakan yang semakin  liberal yang justru menambah  kesengsaraan masyarakat. Berbagai  kebijakan Pemerintah lebih memihak  pasar yang dikuasai para pemilik  modal daripada memihak kepentingan  rakyat banyak. Contoh gamblang  adalah kebijakan menaikkan harga BBM.  Alasannya adalah karena  standarisasi harga minyak dunia, juga untuk  menghapus subsidi barang  sekaligus mengalihkannya ke subsidi orang.  Padahal yang dilakukan  adalah untuk mengundang masuknya investor asing  dalam sektor ini.  Kebijakan privatisasi di bidang kesehatan dan  pendidikan, juga memihak  pengusaha (pemilik modal).</p>
<p>Muncul pertanyaan: mengapa penguasa   yang ada lebih memilih memuaskan kepentingan pengusaha (korporasi)   daripada rakyat? Hubungan erat demokrasi dan negara korporasi mungkin   bisa menjawab pertanyaan di atas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Coorporation State</strong></em><strong>: Akar Penyebab </strong></p>
<p>Sudah  diketahui oleh umum,  partisipasi dalam demokrasi membutuhkan dana yang  besar. Biaya besar ini  dikeluarkan untuk kampanye yang legal sampai  yang ilegal, suap-menyuap,  <em>money politics</em>, lobi, bakti sosial  atas nama partai dan  lain-lain. Dalam konteks inilah politisi kemudian  membutuhkan dana segar  dari kelompok bisnis. Penguasa dan pengusaha pun  kemudian menjadi pilar  penting dalam sistem demokrasi. Bantuan para  pengusaha tentu punya  maksud tertentu; paling tidak, jaminan terhadap  bisnisnya; bisa juga  berharap ditunjuk untuk proyek bisnis Pemerintah.  Jadilah elit politik  kemudian didikte untuk kepentingan pengusaha.</p>
<p>Walhasil,  sistem demokrasi kemudian  melahirkan negara korporasi. Ciri utamanya  lebih melayani kepentingan  perusahaan (bisnis) daripada rakyat. Dalam  konteks yang lebih luas, John  Perkins dalam bukunya, <em>Confession of an Economic Hit Man</em>, menyebutnya <em>corporatocracy</em>.   Intinya, demokrasi yang menjadi penopang kekuasaan   perusahaan-perusahaan AS untuk menghisap kekayaan negara-negara seperti   Indonesia dan menindas mayoritas umat.</p>
<p>Dalam konteks Indonesia,  Kwik Kian  Gie, doktor ekonomi lulusan Rotterdam, Belanda, menyebutkan  bahwa sejak  bulan November tahun 1967 Indonesia sudah menyerahkan  dirinya untuk  diatur dan dijadikan target penghisapan oleh korporasi  internasional.  Para pemimpin kita sendiri ketika itu menuntun  korporatokrasi mulai  beroperasi di Indonesia atas dasar infrastruktur  hukum yang dirancang  oleh korporasi-korporasi asing. (<em>Koraninternet.com</em>, 25/5/2008).</p>
<p>Kwik  menyebutkan pengaruh Mafia  Ekonomi sangat kuat dalam pemerintahan  Indonesia. Mereka sudah mulai  berpengaruh ketika Bung Karno mendirikan  KOTOE. Mereka menjadi pemegang  kendali mutlak selama zaman Orde Baru.  Dalam era Gus Dur, mereka  melekatkan diri melalui lembaga-lembaga baru  yang tidak pernah dikenal  sebelumnya dalam ketatanegaraan Indonesia,  yaitu Dewan Ekonomi Nasional  dan Tim Asistensi pada Menko EKUIN, yang  disponsori dan dipaksakan  kepada KH Abdurrahman Wahid oleh  kekuatan-kekuatan internasional. Dalam  era Megawati mereka kembali  sepenuhnya menjadi menteri-menteri yang  menguasai dan menentukan  kebijakan ekonomi. Dalam era ini telah diambil  keputusan-keputusan  dalam bidang ekonomi yang lebih memperburuk dan  melapangkan jalan guna  pengerukan kekayaan alam Indonesia serta  pembenaran atas diobralnya  aset nasional kepada swasta, terutama swasta  asing, seperti pada kasus  penjualan saham Indosat, dan sekarang dalam  era SBY, kendali ekonomi  semakin kokoh ada pada kekuatan asing. (<em>Koraninternet</em>.<em>com</em>, 25/5/2008).</p>
<p>Bagaimana  caranya? Dengan alasan  globalisasi, doktrin yang disebarluaskan  sebagai suatu keniscayaan  sejarah adalah bahwa Indonesia harus menjadi  bagian dari <em>borderless world</em>,  perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi, terutama dalam bidang  komunikasi dan informasi, yang  menjadikan suatu negeri tidak boleh  memasang pagar apapun untuk  melindungi dirinya sendiri. Kedaulatan  negara menjadi sesuatu yang  relatif. Dalam konteks ekonomi, Kwik  menyebut, sistem lalu-lintas  devisa haruslah bebas mengambang total,  BUMN harus dijual kepada  swasta, sebaiknya swasta asing, karena hanya  merekalah yang mampu  mengurus perusahaan. Pendeknya, liberalisasi total,  globalisasi total,  dan ‘asingisasi’ total. Bahkan dengan ungkapan unik,  Kwik  mengistilahkan slogan propaganda mereka, yang menginginkan  penjualan  aset-aset Indonesia kepada asing adalah “Apakah A Seng lebih  baik  daripada Asing?” Bahkan dengan logika simplistis, para ‘pakar  ekonomi’  ini membela asing dengan kata-kata “BUMN minta diinjeksi uang  oleh  Pemerintah, tetapi perusahaan asing membayar pajak kepada  Pemerintah.”  Kata Kwik Kian Gie, kalimat-kalimat ini berkumandang dalam   sidang-sidang kabinet Megawati. (<em>Koraninternet.com</em>, 25/5/2008).</p>
<p>Apa  yang terjadi di Indonesia  bukanlah kasus. Ini adalah suatu pola, suatu  sistem yang ingin  diterapkan di seluruh dunia. Globalisasi menjadikan  demokratisasi  menjadi pilar dari <em>political liberalism</em> dan pasar bebas (<em>market forces</em>)   sebagai pilar yang saling menguatkan satu sama lain. Karena itu,   demokrasi tidak seiring dengan kesejahteraan, namun seiring dengan   penguasaan aset oleh para pemilih modal.</p>
<p>Ambil contoh di Amerika  yang sering  dianggap banyak orang sebagai negara yang praktik  demokrasinya paling  maju, sistem politiknya terbuka dan semua orang  bebas bicara. Bukankah  yang namanya <em>capital</em> (harta) sangat  menentukan jalannya sistem  pemerintahan di sana? Jangan bermimpi untuk  menjadi anggota Senat,  Kongres, atau menjadi Presiden kalau tidak punya  jutaan dolar; atau  paling tidak, ada jutawan yang mem-<em>backing-</em>nya. Tidak bisa dipungkiri, <em>man behind the gun</em> pemerintah Amerika sebenarnya para pemilik modal besar, konglomerat,   dan orang-orang kaya, yang bisa menentukan siapa yang harus duduk di   kursi penguasa. Munculnya skandal-skandal politik dalam kampanye (<em>money politics</em>) akhirnya tak dapat dihindari. Belum lagi <em>policy</em> mereka terhadap komunitas Indian, orang-orang kulit hitam (negro), keturunan Amerika Latin (<em>hispanik</em>) yang menempatkan mereka pada—meminjam istilah Amien Rais—<em>sub-human, </em>warga   kelas dua. Tidak ada persamaan hak dan keadilan bagi mereka. Belum   pernah ada sejarahnya pemangku jabatan presiden Amerika berasal dari   penduduk asli benua Amerika. Demokratiskah Amerika?</p>
<p>Karena itu,  tidak aneh kalau  pengkritik demokrasi seperti Gatano Mosca, Clifrede  Pareto, dan Robert  Michels cenderung melihat demokrasi sebagai topeng  ideologis yang  melindungi tirani minoritas atas mayoritas. Dalam  praktiknya, dalam  demokrasi yang berkuasa adalah sekelompok kecil atas  kelompok besar yang  lain. Seperti di Indonesia, meskipun mayoritas,  kaum Muslim berada  dalam posisi yang kurang menguntungkan. Indonesia  lebih didominasi oleh  kelompok minoritas terutama dalam hal kekuasaan (<em>power</em>) dan pemilikan modal (<em>capital</em>).</p>
<p>Karena  itu pula mungkin kita perlu  memperhatikan teori yang dilontarkan  Huntington mengenai demokrasi. Dia  mengatakan bahwa dalam upaya  mencapai demokrasi diperlukan prasyarat  yang selalu melekat pada  dirinya yaitu1:</p>
<ol>
<li>Diperlukannya suatu kemakmuran ekonomi dan diharuskannya sebuah persamaan yang tinggi.</li>
<li>Struktur sosial yang kondusif.</li>
<li>Lingkungan luar yang terus mempengaruhi terjadinya demokratisasi.</li>
<li>Budaya yang mendukung.</li>
</ol>
<p>Dari  sini jelas, keliru mengharapkan  kesejahteraan dari demokrasi. Secara  teoretis, justru demokrasilah yang  membutuhkan kesejahteraan, bukan  sebaliknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Syariah untuk Kepentingan Rakyat </strong></p>
<p>Syariah  Islam berbeda dengan  demokrasi. Dalam tataran individu, syariah Islam  mendidik individu agar  bertakwa. Keinginan untuk melakukan pelanggaran  syariah akan  diminimalkan dengan nilai-nilai ketakwaan yang ditanamkan.   Pribadi-pribadi yang salih akan terbentuk dengan keimanan bahwa hidup   tidak hanya di dunia, tetapi ada pertanggungjawaban di akhirat yang  akan  menghisab apa yang dilakukan di dunia.</p>
<p>Dalam tataran sistem,  Islam sebagai  risalah ilahi yang sempurna akan menjamin kemaslahatan  (rahmat) bagi  semua pihak, bahkan bagi seluruh alam.</p>
<p>Dalam  konteks kesejahteraaan, Islam  membagi bumi Allah dengan kepemilikan  individu, masyarakat dan negara  dengan tepat sesuai dengan realitas  faktanya. Dengan begitu, kebutuhan  pribadi dapat dijamin; keinginan  untuk menikmati kebahagiaan duniawi  juga tetap bisa dilakukan;  penyelenggaraan kehidupan masyarakat yang  menjamin hajat hidup orang  banyak pun dapat dipastikan dijamin oleh  negara.</p>
<p>Islam memberikan  jaminan  kesejahteraan umum, pendidikan, kesehatan, dan keamanan gratis  bagi  semua warga Negara Islam. Islam memerintahkan negara untuk  menjamin  kebutuhan kolektif masyarakat (tanpa membedakan kaya maupun  miskin).  Masyarakat dipelihara oleh negara hingga menjadi masyarakat  yang cerdas,  sehat, kuat dan aman. Pendidikan secara umum diwujudkan  untuk membentuk  pribadi-pribadi yang memiliki jiwa yang tunduk pada  perintah dan  larangan Allah Swt., memiliki kecerdasan dan kemampuan  berpikir  memecahkan segala persoalan dengan landasan berpikir Islami,  serta  memiliki keterampilan dan keahlian untuk bekal hidup di  masyarakat.  Semua diberi kesempatan untuk itu dengan menggratiskan  pendidikan dan  memperluas fasilitas pendidikan, baik sekolah  universitas, masjid,  perpustakaan umum, bahkan laboratorium umum.  Rasulullah saw. menerima  tebusan tawanan Perang Badar dengan jasa  mereka mengajarkan baca tulis  anak-anak kaum Muslimin di Madinah. Rasul  juga pernah mendapatkan hadiah  dokter dari Muqauqis, Raja Qibti Mesir,  lalu oleh Beliau dokter itu  dijadikan dokter umum yang melayani  pengobatan masyarakat secara gratis  (Abdurrahman al-Baghdadi, <em>Sistem Pendidikan di Masa Khilafah</em>; Abdul Aziz al-Badri<em>, Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Islam</em>).</p>
<p>Dengan  jaminan tersebut, pendidikan,  kesehatan dan keamanan sudah dapat  dipastikan dijamin oleh negara  dengan alokasi pendanaan yang jelas,  tanpa perlu lagi persetujuan wakil  rakyat yang sarat dengan berbagai  kepentingan, baik individu, partai  juga para pemilik modal yang haus  terhadap harta milik masyarakat.</p>
<p>Jelaslah, syariah Islam adalah  jawaban atas krisis dan kebuntuan yang terjadi selama ini. Jika  kita  ingin mengambil jalan keluar maka kita mesti tunduk dan takut  kepada  Allah Swt. serta bersungguh-sungguh kembali pada pelaksanaan   syariah-Nya. Insya Allah, jalan keluar dan berkah Allah akan segera   terbuka. Allah Swt. berfirman:</p>
<p>وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا</p>
<p><em>Siapa saja yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar </em>(QS at-Thalaq [65]: 3). <strong><em> </em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Allah Swt. juga berfirman:</p>
<p>وَلَوْ  أَنَّ أَهْلَ  الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ  بَرَكَاتٍ مِنَ  السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا  فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا  يَكْسِبُونَ</p>
<p><em>Sekiranya penduduk  negeri-negeri  beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan  kepada mereka  berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka  mendustakan (ayat-ayat  Kami) itu. Karena itulah, Kami menyiksa mereka  karena perbuatan mereka itu </em>(QS al-A’raf [7]: 96).<em> </em></p>
<p><em>Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb</em>. <strong>[<em>H. Budi Mulyana; </em></strong><em>Dosen FISIP UNIKOM-Bandung</em><strong>]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Catatan Kaki:</p>
<ol>
<li>SP.  Huntington, Prospek Demokrasi, dalam Roy C. Macridis dan  Bernard E.  Brown, Perbandingan Politik: Catatan dan Bacaan, (Jakarta:  Erlangga,  1996, cetakan VI), hlm. 81-86.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=52&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/demokrasi-tak-mensejahterakan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pragmatisme Polugri Indonesia</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/pragmatisme-polugri-indonesia/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/pragmatisme-polugri-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 02:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[polugri]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, leverage (daya pengaruh) Indonesia di dunia sangat rendah. Hal inilah yang memunculkan pemikiran bahwa arah politik luar negeri Indonesia patut mendapatkan sorotan. Berbagai kasus yang menyangkut hubungan Indonesia dengan negara-negara lain tampaknya kian menumpuk; dari kasus ’dicurinya’ khazanah budaya Indonesia, kasus TKI di Timur Tengah dan di Malaysia, adanya indikasi keterlibatan pihak asing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=49&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, leverage (daya pengaruh) Indonesia di dunia sangat rendah. Hal inilah yang memunculkan pemikiran bahwa arah politik luar negeri Indonesia patut mendapatkan sorotan. Berbagai kasus yang menyangkut hubungan Indonesia dengan negara-negara lain tampaknya kian menumpuk; dari kasus ’dicurinya’ khazanah budaya Indonesia, kasus TKI di Timur Tengah dan di Malaysia, adanya indikasi keterlibatan pihak asing dalam berbagai konflik lokal, pengambilan aset-aset milik negara dan rakyat sampai isu terorisme. Semuanya memunculkan banyak pertanyaan mengenai arah kebijakan luar negeri RI.  Ada beberapa alasan mengapa politik luar negeri (Polugri) Indonesia dianggap melemah.     <span id="more-49"></span></p>
<p>(1) Ketidakjelasan konsep Polugri.</p>
<p><!--more-->Secara konseptual, pengertian Politik Luar Negeri RI dapat ditemui dalam Pasal 1 ayat 2, Undang-Undang No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri yang menjelaskan bahwa Politik Luar Negeri Republik Indonesia adalah: “Kebijakan, sikap, dan langkah Pemerintah Republik Indonesia yang diambil dalam melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional, dan subyek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional.”  Pada dasarnya Polugri RI tidak mengalami perubahan, yaitu tetap Polugri Bebas-Aktif yang berdasarkan pada Pembukaan UUD 1945 dan Ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). GBHN antara lain menegaskan arah politik Indonesia yang bebas-aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antarnegara berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat. Di samping itu, dengan telah disahkannya UU No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri tanggal 14 September 1999, maka Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan Polugri-nya selalu merujuk pada ketentuan-ketentuan dalam UU tersebut.  Realitasnya, konsep Polugri Bebas-Aktif tersebut sangat bergantung pada kecenderungan Pemerintah. Pada era Soekarno (1945-1967), pendulum Polugri Bebas-Aktif lebih condong bergerak ke ‘kiri’. Jakarta tampak lebih akrab dengan Moskow, Beijing maupun Hanoi, dan tampak berseberangan dengan AS dan sekutu Baratnya.  Pada masa Orde Baru (Orba), pendulum itu bergerak ke kanan, karena berkaitan dengan kepentingan nasional yang lebih menonjolkan aspek pembangunan ekonomi yang memaksa RI berpaling ke Barat. Ini karena kebergantungan RI pada industri dan bantuan ekonomi Barat yang dipimpin AS. Dalam aspek keamanan, Australia menempati posisi penting, terutama dalam kaitannya dengan masalah Timor Timur dan Irian Jaya. Pada masa Orba, Timtim menjadi salah satu isu yang sangat penting dalam Polugri RI.  Bulan Mei 1998 terjadi perubahan penting dalam politik Indonesia, yaitu terjadinya peralihan kekuasaan dari Soeharto ke BJ Habibie. Pada era Habibie (Mei 1998 – Oktober 1999), kebijakan luar negeri RI praktis tidak banyak mengalami perubahan, karena pada saat itu pun yang ditunjuk menjadi Menlu adalah Ali Alatas, orang yang juga menjadi Menlu pada era Soeharto.  Kekuasaan Habibie tidak berlangsung lama. Abdurrahman Wahid muncul sebagai presiden RI ke-4 (Oktober 1999). Tidak lama setelah dilantik menjadi Presiden, Wahid melontarkan ide pembentukan “Poros Jakarta-Beijing-New Delhi” (sebuah ide yang sempat mengejutkan Barat) serta ingin lebih memperkuat kerjasama dengan negara-negara di kawasan Asia lainnya, serta Timur Tengah.  Pada masa pemerintahan Presiden Abdulahman Wahid, salah satu upaya yang dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan dari luar negeri, dengan maksud untuk menarik investor asing ke Indonesia, adalah dengan dicanangkannya “diplomasi ekonomi”. Dalam pidatonya di depan MPR pada tanggal 7 Agustus 2000, ia menyatakan:  Upaya pemulihan ekonomi nasional terus kita lakukan dengan mengundang masuknya investasi dari luar negeri ke Indonesia. Sesungguhnya, minat para investor asing untuk menanam modalnya di Indonesia yang memiliki sumberdaya alam yang besar amat tinggi. Tetapi, ini hanya dapat dicapai kalau kita sukses memperbaiki citra Indonesia sehingga kepercayaan internasional terhadap Indonesia pulih kembali.  Pengertian diplomasi ekonomi internasional adalah segala upaya untuk menjalin, meningkatkan dan memanfaatkan hubungan atau kerjasama dan—apabila diperlukan—dengan menggunakan kekuatan politik untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi.  Hampir sama dengan Habibie, kekuasaan Wahid pun tidak berumur panjang. Melalui SI MPR (Agustus 2001), Wahid diturunkan dari kursi kepresidenan, dan ia digantikan oleh Megawati Soekarnoputri. Di bawah Presiden Megawati (dengan Hassan Wirayudha—seorang diplomat karir—sebagai Menlu), Polugri RI tampak kembali bergeser ke kanan. Ini ditandai dengan dijadikannya AS sebagai negara non-Asia pertama yang dikunjungi Megawati.  Presiden berikutnya, Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, dalam implementasi Polugri Indonesia, dalam pidato kuncinya pada bulan Mei 2005, memperkenalkan suatu konsep baru: kebijakan luar negeri “konstruktivis”, yang pada intinya dimaksudkan untuk mengembangkan tiga macam kondisi dalam pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia, yaitu: (1) pola pikir positif dalam mengelola kerumitan permasalahan luar negeri; (2) konektivitas yang sehat dalam urusan-urusan internasional; dan (3) identitas internasional yang solid bagi Indonesia yang didasarkan pada pencapaian-pencapaian domestik dan diplomatiknya.  Kendati sebenarnya secara konseptual Indonesia telah menggariskan rumusan Polugri-nya, ternyata gaya kepemimpinan seorang presidenlah yang paling menentukan. Dari Soekarno yang kharismatis, Soeharto yang militeristis, Habibie yang realis, Wahid yang kontroversial, Megawati yang pasifis sampai SBY yang banyak tebar pesona; semuanya menunjukkan tidak adanya platform yang jelas dalam pelaksanaan Polugri RI.</p>
<p>(2) Mengekor strategi AS.</p>
<p>Pasca Perang Dingin, konstelasi perpolitikan dunia yang berubah menuntut Indonesia mengubah orientasi Polugrinya. AS yang menjadi satu-satunya negara adidaya semakin mendominasi kancah politik internasional dan memusatkan orientasi politiknya dengan apa yang dinamai sebagai “3 in 1”, yakni: lingkungan hidup, hak asasi manusia dan demokratisasi. Isu-isu tersebut pula yang menjadi tren orientasi politik Indonesia.  Di sisi lain, terjadinya Peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat telah membawa arah politik internasional ke arah yang lebih didominasi AS. Ketika AS mencanangkan War on Terrorism, maka Polugri Indonesia pun berusaha mendorong munculnya keinginan kuat dari kalangan Islam Indonesia untuk menampilkan Islam yang teduh (rahmatan lil ‘alamin), yang dengan sendirinya memperkuat pengaruh Islam dalam pelaksanaan Polugri Indonesia. Indonesia berusaha turut menghindarkan perbenturan antara Islam dan Barat. Sejak saat itu Indonesia memposisikan dirinya sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia dan beraliran Islam moderat.  Hal lain, untuk memberikan pengertian bahwa Islam is compatible with democracy, Departemen Luar Negeri juga berusaha merangkul ormas-ormas Islam melalui tokoh-tokohnya yang ditujukan untuk memperkuat dialog antaragama di dunia dan memberdayakan kekuatan Islam moderat di dalam negeri.</p>
<p>(3) Pragmatisme Polugri Indonesia.</p>
<p>Pada awal September 2007, Jubir Kepresidenan Dino Patti Jalal mengatakan, “Presiden selalu mengatakan ekuilibrium, tapi ada istilah lain yang digunakan Presiden: all direction forum policy. Berarti, semua orang kita temani dan dari semua orang kita petik manfaat dari kemitraan atau partnership.”  Inilah sebenarnya yang menggambarkan realitas Polugri RI, yaitu pragmatisme. Sikap ini muncul karena Indonesia tidak memiliki kerangka yang ideologis. Pancasila sebagai ideologi negara hanya digunakan sebagai simbol/slogan saja karena rumusannya tidak memenuhi kriteria sebagai suatu ideologi, yakni: selain memiliki landasan filosofis dan konsep-konsep solutif, juga memiliki metode untuk menjalankan konsep-konsep tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=49&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2011/04/03/pragmatisme-polugri-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budi Mulyana: Amerika Ingin Langgengkan Cengkeraman</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2010/07/05/budi-mulyana-amerika-ingin-langgengkan-cengkeraman/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2010/07/05/budi-mulyana-amerika-ingin-langgengkan-cengkeraman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 05:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[budi mulyana]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[media umat]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[super power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Monday, 17 May 2010 Budi Mulyana Pengamat Hubungan Internasional Amerika menyatakan bahwa Indonesia sebagai sekutu (allies) dan mitra kuncinya (key friends) apa artinya itu? Apakah sebagai hubungan dua negara yang setara atau hubungan antara penjajah dan yang dijajah? Lantas bisakah Indonesia melepaskan cengkraman Amerika bahkan menjadi negara super power? Terkait dengan pertanyaan tersebut Joko Prasetyo, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=39&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tbody>
<tr>
<td width="100%"></td>
<td width="100%" align="right"><a title="PDF" href="http://www.mediaumat.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=1388" target="_blank"> <img src="http://www.mediaumat.com/templates/bulletin_plazza/images/pdf_button.png" border="0" alt="PDF" align="middle" /></a></td>
<td width="100%" align="right"><a title="Print" href="http://www.mediaumat.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1388&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=69" target="_blank"> <img src="http://www.mediaumat.com/templates/bulletin_plazza/images/printButton.png" border="0" alt="Print" align="middle" /></a></td>
<td width="100%" align="right"><a title="E-mail" href="http://www.mediaumat.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=1388&amp;itemid=69" target="_blank"> <img src="http://www.mediaumat.com/templates/bulletin_plazza/images/emailButton.png" border="0" alt="E-mail" align="middle" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table>
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">Monday, 17 May 2010</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><img title="Image" src="http://www.mediaumat.com/images/stories/2010/mei/mu32_budi%20mulyana.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="201" height="200" /><br />
<strong>Budi Mulyana<br />
Pengamat Hubungan Internasional</strong></p>
<p><em>Amerika menyatakan bahwa Indonesia sebagai sekutu (allies) dan mitra kuncinya (key friends) apa artinya itu? Apakah sebagai hubungan dua negara yang setara atau hubungan antara penjajah dan yang dijajah? Lantas bisakah Indonesia melepaskan cengkraman Amerika bahkan menjadi negara super power? Terkait dengan pertanyaan tersebut Joko Prasetyo, wartawan Tabloid Media Umat mewawancarai Budi Mulyana, Pengamat Hubungan Internasional. Berikut petikannya.</em></p>
<p><strong>Apa misi kunjungan Obama ke Indonesia? Sekadar nostalgiakah?</strong></p>
<p>Untuk mengetahui misi Obama ke Indonesia, maka kita harus mendefinikan dengan jelas siapa Obama. Obama tidak sekadar seseorang yang pernah hidup dan tinggal di Indonesia sehingga kunjungan ke Indonesia hanya sekadar nostalgia masa kecil, atau berkunjung menemui teman dan kerabatnya. Obama adalah Presiden AS, maka ke mana pun dia berangkat maka misinya adalah untuk membawa kepentingan AS di tempat yang dia kunjungi.</p>
<p>Untuk kunjungannya ke Indonesia, maka penting untuk mengetahui bagaimana posisi Indonesia di mata kepentingan AS. Hal itu tertuang dalam The National Security Strategy (NSS) yang dikeluarkan pada Maret 2006. Walau Obama menjadi Presiden AS sejak tahun 2009, namun dia belum memperbaharui strategi nasional AS tersebut.</p>
<p>NSS menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu sekutu dan kawan kunci bagi AS di kawasan Asia Tenggara. Disebutkan bahwa; <em>In promoting greater economic and political liberty, we will work closely with our allies and key friends, including Indonesia&#8230;. </em></p>
<p><strong><span id="more-39"></span><br />
Mengapa menjadi kawan kunci?</strong></p>
<p>Karena  Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis bagi AS. Setidaknya dilihat dari tiga hal yakni ekonomi, jalur laut, dan keamanan.</p>
<p>Pertama, Indonesia adalah pasar yang sangat besar bagi AS untuk memasarkan berbagai produknya, selain itu juga, dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa. Indonesia menjadi syurga bagi AS untuk memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki Indonesia demi kepentingan nasionalnya, terutama sumber daya energi.</p>
<p>Kita bisa melihat bagaimana kiprah perusahaan-perusahaan AS seperti Chevron, Exxon Mobile, Freeport Mc Moran yang beroperasi di Indonesia dan mengeruk sumberdaya yang dimiliki Indonesia untuk memupuk cadangan energi AS sebagaimana yang direkomendasikan dalam National Energy Policy Mei 2001.</p>
<p>Kedua, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jalur laut yang sangat strategis terutama untuk perlintasan perdagangan dan militer di kawasan Pasifik dan Hindia menjadikan jalur laut Indonesia menjadi penting bagi AS. Dan AS tentunya tidak ingin kalau jalur strategis ini jatuh ke negara lain yang akan mengganggu kepentingan nasionalnya.</p>
<p>Ketiga, NSS merekomendasikan secara berulang mengenai ancaman terorisme. Di sini, AS punya kepentingan untuk memperkuat aliansi untuk melawan pihak yang mereka namakan sebagai terorisme global.</p>
<p>Di sinilah nilai penting Indonesia bagi AS yaitu untuk mendapatkan semacam legitimasi dari Indonesia, negeri Muslim terbesar. Sehingga strategi AS melawan terorisme iniyang notabene sering dinisbatkan kepada Islam seakan mendapat dukungan luas dari negeri-negeri Muslim.</p>
<p><strong><br />
Apa sih makna menjadi kawan kunci AS itu? Terjajah atau merdeka?</strong></p>
<p>Kalau kita tidak leluasa untuk mengelola sumber daya alam kita secara mandiri, tidak leluasa untuk mengarahkan masa depan kita, maka kita walaupun katanya merdeka maka kita sebenarnya adalah masih dalam kondisi terjajah.</p>
<p>Lalu mengapa banyak yang tidak merasa terjajah? Di sinilah nilai penting dari upaya untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Jangankan terhadap pembelaan akan posisi sebagai Muslim, pembelaan sebagai anak bangsa pun akan lemah kalau tingkat kesadaran politik bangsa ini rendah.</p>
<p>Terlebih bila terus diopinikan dengan gambaran-gambaran yang menyesatkan, sehingga bangsa ini tidak bisa membedakan mana musuh mana kawan. Mana yang membela kepentingan rakyat, mana yang menjual negeri ini untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p><strong><br />
Keberhasilan AS menjadikan Indonesia sebagai kawan kunci tersebut karena para pengambil kebijakan strategis di Indonesia adalah antek AS?</strong></p>
<p>Sulit untuk menyebutkan secara pasti pertanyaan ini. Yang jelas dalam strategy for homeland security disebutkan bahwa AS akan masuk ke segala bidang untuk dapat meraih kepentingan nasionalnya, termasuk di Indonesia.</p>
<p>Mudahnya, kita bisa melihat kepada siapa mereka, yang disinyalir antek AS ini, mengabdi. Siapa-siapa yang mengabdi kepada kepentingan AS, maka setidaknya dapat kita curigai bahwa dia adalah antek AS. Dan tentunya hal ini membahayakan, apalagi kalau dilakukan oleh pejabat publik atau pejabat negara.</p>
<p><strong><br />
Bagaimana pola AS untuk menguasai Indonesia? Apakah ada persamaan pola di tiap rezim, dari Soekarno hingga SBY?</strong></p>
<p>Hubungan AS dengan Indonesia mengalami pasang surut. Namun AS akan terus berpijak pada kepentingan nasionalnya. Sebagai negara Kapitalis Liberal dengan metode imperalisme-nya maka pola penguasaan kepada suatu negara tetaplah sama. Yang membedakan adalah situasi, kondisi dan siapa rezim yang berkuasa di suatu negeri. Tetapi khittah-nya tetap sama yaitu demi kepentingan nasionalnya dan thariqah-nya juga sama yakni penjajahan.</p>
<p><strong><br />
Kalau begitu bisakah Indonesia lepas dari cengkraman Amerika? </strong></p>
<p>Mestinya bisa.</p>
<p><strong><br />
Bagaimana caranya?</strong></p>
<p>Tinggal masalahnya adalah bagaimana untuk lepas dari cengkraman asing seperti AS ini. AS adalah negara ideologis, subjek atau pelaku dari ideologi Kapitalis Liberal. Dengan metode imperalismenya, AS akan selalu mencari objek untuk menjadi lahan jajahannya. Dan Indonesia adalah salah satu korbannya.</p>
<p>Untuk lepas dari cengkraman itu, maka Indonesia harus menjadi negara ideologis juga, ideologis yang sesungguhnya, bukan negara pengikut atau bahkan objek dari negara ideologis yang lain.</p>
<p>Dengan potensi alam yang luar biasa, potensi SDM yang juga cukup menjanjikan, Indonesia justru berpeluang menjadi tidak sekadar hanya menjadi negara maju, namun dapat menjadi negara Super Power, negara yang ideologis.</p>
<p>Tentunya pilihannya tidak dengan ideologi Kapitalis-Liberal yang menjelang ambruk dengan berbagai krisis dan juga bukan dengan Sosialis-Komunis yang sudah bangkrut. Dengan potensi penduduk yang mayoritas Muslim dan latar belakang historis kejayaan Islam, dengan landasan keimanan yang kuat, mestinya sudah saatnya Islam menjadi pilihan.</p>
<p>Dengan Islam, Indonesia insya Allah akan menjadi negara nomor satu di dunia. Bukan dengan cara mengekploitasi dunia, menjajah, dan merampas kekayaannya. Namun, ia datang untuk menegakkan keadilan, menghapus kezaliman, mengembalikan hak-hak kepada yang memang berhak.[]</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=39&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2010/07/05/budi-mulyana-amerika-ingin-langgengkan-cengkeraman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mediaumat.com/templates/bulletin_plazza/images/pdf_button.png" medium="image">
			<media:title type="html">PDF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mediaumat.com/templates/bulletin_plazza/images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Print</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mediaumat.com/templates/bulletin_plazza/images/emailButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">E-mail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mediaumat.com/images/stories/2010/mei/mu32_budi%20mulyana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGUMUMAN NILAI MATA KULIAH</title>
		<link>http://hbmulyana.wordpress.com/2010/01/25/pengumuman-nilai-mata-kuliah/</link>
		<comments>http://hbmulyana.wordpress.com/2010/01/25/pengumuman-nilai-mata-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 02:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budimulyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hbmulyana.wordpress.com/2010/01/25/pengumuman-nilai-mata-kuliah/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum, Kepada para mahasiswa yang ingin melihat nilai, kunjungi di blog budimulyana.wordpress.com terima kasih wassalamualikum wr wb<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=36&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,<br />
Kepada para mahasiswa yang ingin melihat nilai, kunjungi di blog budimulyana.wordpress.com</p>
<p>terima kasih<br />
wassalamualikum wr wb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hbmulyana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hbmulyana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hbmulyana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hbmulyana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hbmulyana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hbmulyana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hbmulyana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hbmulyana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hbmulyana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hbmulyana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hbmulyana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hbmulyana.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hbmulyana.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hbmulyana.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hbmulyana.wordpress.com&amp;blog=2315207&amp;post=36&amp;subd=hbmulyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hbmulyana.wordpress.com/2010/01/25/pengumuman-nilai-mata-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/732a74ed09822cc264c3445de226880b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
